14 Agustus 2021 Oleh Admin Digitren 0

Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah Lengkap Dengan Doa dan Bacaan yang Benar

Digitren.id – Umroh adalah salah satu rangkaian ibadah mulia yang sudah diberikan bimbingannya oleh Rasulullah SAW. Sehingga kita sekarang ini hanya tinggal mengkuti step by step dari tuntunan Umroh yang diberikannya. Salah satu yang menjadikan ibadah Umroh kita diterima Allah juga meniru tata cara Umroh dan bacaannya yang dicontohkan Rasulullah (it’tiba).

Umroh tak jarang disebut sebagai liburan atau perjalanan spiritual ke Tanah Suci yang ditandai dengan mengerjakan beberapa aktivitas atau ibadah seperti Haji. Oleh sebab itu, tidak jarang orang menganggap bahwa ibadah Umroh dikatakan sebagai haji kecil.

tata cara Umroh
tata cara Umroh

Tapi, ada sebagian perilaku yang membedakan antara ibadah Umroh dengan ibadah haji. Sudah semestinya juga sebagai jamaah Umroh untuk memahami perbedaan Haji dan Umroh tersebut. Mulai dari tata cara Umroh itu sendiri maupun urutan ketika Umroh sesuai dengan sunnah dari Nabi Muhammad SAW.

Lantas, bagaimana tuntunan tata cara Umroh yang benar sesuai dengan sunnah dari Nabi Muhammad SAW yang harus diikuti oleh umat Islam seluruh dunia? Simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga: Wajib Tahu Larangan Saat Ibadah Umroh dan Haji

Urutan Panduan Tata Cara Umroh dan Bacaannya

1. Membersihkan Diri dari kotoran dan najis dengan Mandi Junub
Sebelum berangkat menuju Miqat, ada pantasnya untuk membersihkan diri seperti mandi junub atau mandi besar untuk menghilangkan Hadas. Jangan lupa menggunakan parfum yang paling wangi (Minyak Kasturi) dan berwudhu, memotong kuku, menipiskan kumis, mencukur bulu ketiak juga bulu genitalia.

2. Memakai Baju Ihram dan Niat dari Miqat
Tata cara Umroh selanjutnya setelah membersihkan diri yaitu dengan memakai baju ihram. Baju ihram ini berupa kain yang menjuntai dan tak ada jahitan.

Baju Ihram laki-laki berupa dua helai kain putih yang fungsinya sebagai pakaian bawah (sarung) dan penutup pundak yang diselempangkan. Laki-laki dilarang mengenakan baju yang membentuk lekuk tubuh, termasuk pakaian dalam. Sedangkan pada wanita di syari’atkan untuk menutup semua anggota tubuh walaupun tak diperbolehkan mengenakan niqab/cadar.

Hal ini sudah dicontohkan oleh istri Nabi SAW, yakni A’isyah RA yang tak memakai cadar, namun terkadang menutup seluruh kepalanya bila ada lelaki yang memperhatikannya.

3. Mengucapkan Kalimat Talbiyah selama Perjalanan menuju Mekkah
Tata cara Umroh selanjutnya sesudah mengerjakan ihrom di Miqot, ada baiknya melantunkan kalimat Talbiyah selama perjalanan menuju Mekkah. Miqot merupakan tempat yang ditetapkan Rasulullah SAW untuk jamaah mengucapkan Ihram pertama, baik bagi yang punya niatan Haji atau Umroh.

Kalimat Talbiyah merupakan doa yang berbunyi:

لبيك اللهم لبيك ، لبيك لا شريك لك لبيك ، إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك
Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak
Artinya:
((Ya Allah aku mendatangi panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, keni’matan dan kerajaan itu hanya milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu))

Untuk laki-laki harus mengeraskan suara ucapan tersebut, adapun untuk perempuan pelan saja suaranya

Miqot

Letaknya Miqot itu berbeda-beda, tergantung dari mana datangnya Jamaah tersebut, penjelasannya seperti ini:

Miqat merupakan tempat atau daerah yang menjadi batas untuk start ibadah Haji atau Umroh yang ketentuannya sudah ada dalam Al Hadits dari Rosulullah SAW. Jika melintasi Miqat, artinya seseorang yang mau melaksanakan Umroh atau Haji perlu memakai pakaian ihrom dan memasang niat. Miqot diterapkan dalam mengerjakan ibadah haji dan umrah. Biasanya setiap Negara yang datang, tempat untuk mengambil Miqotnya berbeda-beda. Simak penjelasannya di bawah ini agar tidak salah dalam mengambil tempat Miqot. Sehingga ibadah Haji atau Umrohnya jadi syah dan sempurna, jadi jangan sampai salah ambil tempat Miqot ya…

Jika jamaah datangnya dari Irak, maka miqotnya di Dzatu ‘Irq (Adh Dhoribah)
Jika jamaah datangnya dari selatan, atau dari arah Yaman, maka miqotnya di Yalamlam (As Sa’diyah)
Jika jamaah datangnya dari arah Riyadh dan sekitarnya, miqotnya di Qorna Manazil (As Sailul Kabiir)
Jika jamaah datangnya dari Syam, seperti Lebanon, Jordania, Palestina dan lainnya, maka Miqotnya di Al Juhfah
Jika jamaah datangnya dari arah Medinah, wajib niat Ihram dari Dzulhulaifah atau yang terkenal dengan sebutan Bir ‘Ali


Itulah 5 tempat Miqot yang sudah ditentukan oleh Rasulullah SAW. Kalau ada yang lewat Miqot tanpa ber Ihram (dengan sengaja), harus kembali lagi dan berihram dari tempat tersebut. Kalau tidak, maka baginya DAM (denda) dengan menyembelih satu ekor kambing dan disalurkan pada orang-orang miskin di Mekkah.

Baca juga:
Arab Tutup Bandara Internasional Akibat Covid Baru
Perbedaan Haji dan Umroh
Biaya Umroh 2021
Umroh Plus Turki
Rukun Umroh

4. Masuk Masjidil Haram dan Mencium Hajar Aswad (Thawaf)
Saat masuk Masjidil Haram, disarankan untuk membaca doa masuk Mesjid dan mendahulukan kaki kanan. Sesudah itu mulai menghadap Hajar Aswad dan mengusapnya memakai tangan kanan sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu Akbar” dan menciumnya.

Jika tidak memungkinkan untuk mencium Hajar Aswad, maka cukup memberi isyarat dengan cara lambaian tangan

5. Thowaf Sebanyak Tujuh Kali
Tuntunan tata cara Umroh selanjutnya yaitu Thowaf Baitullah mengelilingi Ka’bah, Thawaf dikerjakan sebanyak tujuh kali yang diawali dari Hajar Aswad dan berakhir pula di Hajar Aswad.

Dalam mengerjakan tuntunan ibadah Umroh yang satu ini, di sunnahkan juga untuk lari-lari kecil atau ngincik di tiga putaran pertama serta berjalan biasa di empat putaran terakhir.

Baca Juga: Berikut 5 Rukun Umroh yang Wajib Dikerjakan Agar Ibadahnya Sempurna

6. Rukun Yaman
Di sunnahkan juga untuk mengusap Rukun Yaman pada tiap-tiap putaran Thowaf. Tapi tak disarankan mencium Rukun Yaman, jika tak memungkinkan untuk mengusap Rukun Yaman, maka tak perlu memberi isyarat dengan tangan selayaknya seperti Hajar Aswad.

Ketika sampai di antara Rukun Yaman dan Hajar Aswad, di sunnahkan untuk membaca:

ربنا أتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار

Robbana aatina fid dun yaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaban naar

Artinya:

Ya Allah, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka. (QS. Al Baqarah: 201)

7. Sholat Dua Rokaat di Belakang Maqom Nabi Ibrahim
Tata cara Umroh selanjutnya yaitu shalat 2 rakaat di belakang Maqom Nabi Ibrahim. Saat sholat, disarankan untuk membaca surat Al Kaafirun pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua disarankan untuk membaca surat Al Ikhlas.

Tuntunan untuk membaca surat Al Kaafirun dan Al Ikhlas ini dijelaskan dalam Hadist shohih, dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yaitu:

“Nabi S.A.W menjadikan Maqom Ibrahim antara dirinya dan Baitullah, kemudian beliau mengerjakan sholat 2 raka’at. Dalam 2 roka’at itu, Nabi membaca surat Al Ikhlas (Qulhuwallahu ahad) dan surat Al Kafirun (Qul yaa-ayyuhal Kaafirun).“

8. Rehat dan Minum Air Zam-zam
Usai sholat 2 rakaat, urutan tata cara Umroh berikutnya yaitu rehat dan minum air Zam-Zam.

Saat minum air Zam-Zam jangan lupa membaca doa minum air Zam-Zam yang berbunyi

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
Allahumma inni as aluka ‘ilman nafi’an wa rizqon waasi’an wa syifa’an min kulli daa in wa saqomin bi rohmatika yaa arhamar roohimiin
Artinya:
((Ya Allah aku mohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit))

9. Melakukan Sa’i Sebanyak Tujuh Kali
Sa’i diawali dari Bukit Shofa dan berakhir di Bukit Marwah sebanyak tujuh kali putaran. Usahakan saat berada di atas Bukit Shofa, lalu menghadap ke arah Ka’bah kemudian membaca doa yang berbunyi:

Bacaan Do’a Di Atas Bukit Safa saat Menghadap Ka’bah

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd, Allahu Akbar ‘alama hadana walhamdulillahi ‘alama aulana la ilaha illalahu wahdahu la syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu biyadihil khairu wahuwa ‘ala kulli syai inqadir. La ilaha illallahu wahdahu lasyarika lah, anjaza wa’dahu wanasara ‘abdahu wahazamal ahzaba wahdah, la ilaha illallahu wala na’ buduilla iyyahu mukhilisina lahuddina walau karihal kafirun.

Artinya:

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji untuk Alloh atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu untuk-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, di kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu, Tiada Tuhan Selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu untuk-Nya, yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya, tidak ada Tuhan selain Alloh dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan (ikhlas) kepatuhan semata kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci.

10. Tahallul Sampai Selesai
Tata cara Umroh yang paling terakhir yaitu Tahallul, sesudah melaksanakan beberapa rangkaian ibadah Umroh, jamaah melakukan Tahallul atau potong rambut di Bukit Marwah. Untuk laki-laki dianjurkan mencukur rambut hingga habis atau gundul biar lebih afdhol, lalu perempuan memotong rambut minimal sepanjang satu ruas jari.

Tahalul menjadi ritual penutup ibadah umroh. Maka, jamaah diperkenankan kembali melakukan hal-hal yang tadinya dilarang saat dalam kondisi ihrom.

Baca Juga: Persiapan Perlengkapan Umroh Untuk Laki-laki dan Wanita

Itulah serangkaian urutan dan tata cara Umroh yang sesuai dengan sunnah Nabi dan hal-hal yang tak boleh dikerjakan. Berkunjung ke Tanah Suci untuk mengerjakan ibadah Umroh memang cita-cita semua Muslim.

Tetapi, jangan sampai ibadah Umroh kamu menjadi tidak diterima atau tak sah sebab tidak mengikuti tata cara Umroh dengan baik. Karenanya, alangkah bagusnya untuk mengkaji atau mempelajari dan memahami terlebih dahulu bagaimana tata cara Umroh, urutan, dan persyaratan Umroh yang sesuai sunnah.

Lebih penting lagi, jangan lupa juga untuk melengkapi kebutuhan perlengkapan Umroh dengan lebih mudah hanya di Digitren Salam, karena  kami menyediakan biaya Umroh 2021 dengan harga yang kompetitif. Bismillah semua jadi berkah!