Perbedaan Haji dan Umroh: Pengertian, Rukun, Hingga Syarat - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Perbedaan Haji dan Umroh: Pengertian, Rukun, Hingga Syarat

Digitren.id – Rukun Islam ada lima, yang terakhir adalah naik Haji ke Baitullah. Maksud dari berkunjung ke tanah suci Mekkah adalah untuk melaksanakan serangkaian ibadah sesuai dengan rukun, syarat, dan waktu yang sudah ditentukan. Dalam topik kali ini kami akan mencoba menjelaskan tentang perbedaan Haji dan Umroh untuk persiapan sebelum pergi ke tanah suci.

Perbedaan Haji dan UmrohPerbedaan Haji dan Umroh

Ibadah Haji wajib hukumnya bagi muslim yang mampu. Pengertian dari mampu ini adalah memiliki bekal yang cukup untuk pergi dan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan. Sama seperti ibadah Umroh yang bisa dilakukan di bulan-bulan lain selain bulan Dzulhijjah.

Jadi, selain sehat secara jasmani dan rohani Anda harus mampu secara finansial untuk bisa melaksanakan ibadah Haji. Jangan memaksakan untuk ibadah Haji atau Umroh jika keuangan Anda tidak mencukupi.

Haji dan Umroh ini adalah kegiatan rohani yang di dalam ibadah tersebut terdapat ungkapan rasa syukur, pengorbanan, melaksanakan perintah Allah, berbuat kebaikan dengan kerelaan hati, dan mewujudkan pertemuan besar dengan umat muslim lain dari seluruh dunia.

Lalu timbul pertanyaan, apa persamaan dan perbedaan haji dan umroh? Berikut ini adalah pengertian Haji dan Umroh lengkap dengan penjelasan tentang bedanya haji sama umroh serta syarat, rukun, sunnah, dan uraian lain seputar ibadah Haji dan Umroh.

Pengertian Haji

Haji secara bahasa bermakna al-gashdu yang artinya adalah menyengaja untuk melakukan suatu hal yang agung. Haji juga berarti mengunjungi sesuatu atau seseorang.

Sedangkan haji menurut istilah berarti mendatangi Ka’bah untuk mengadakan ritual tertentu. Ada juga yang mengartikan Haji sebagai berziarah ke tempat tertentu, pada waktu tertentu, dan melakukan amalan-amalan tertentu dengan niat beribadah.

  • Ziarah: Mengadakan perjalanan dengan menempuh jarak yang cukup jauh sehingga meninggalkan negeri atau kampung halaman, kecuali untuk penduduk Mekkah.
  • Tempat Tertentu: Ka’bah di Mekkah, Muzdalifah, Padang Arafah, dan Mina.
  • Waktu Tertentu: Ibadah haji dilakukan pada bulan-bulan haji, yaitu Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah.
  • Amalan Tertentu: Perbuatan rukun haji, wajib haji, sunah haji seperti tawaf, sai, wukuf, mabit, muzdalifah, dan amalan-amalan lainnya.
  • Niat Ibadah: Semua yang dilakukan tidak bernilai jika pelakunya tidak meniatkan untuk ibadah kepada Allah SWT.

 Pengertian Umroh

Umroh sekilas memang mirip seperti ibadah Haji, namun kedua ibadah ini berbeda. Jika dijelaskan lebih rinci, Umroh adalah ibadah haji kecil yang mana sebagian ritual ibadah haji dikerjakan dalam ibadah Umroh.

Jadi bisa dikatakan bahwa ibadah Umroh ini adalah ibadah Haji yang dikurangi. Namun kedua ibadah ini sama-sama memiliki pahala yang besar.

Umroh menurut bahasa berarti az-ziyarah yang artinya berkunjung atau mengunjungi suatu tempat atau seseorang.

Secara syariat, Umroh adalah berkunjung ke Baitullah dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan syarat tertentu yang waktunya tidak ditentukan seperti ibadah Haji. Jadi bedanya ini adalah Umroh bisa dilakukan di bulan apapun, tidak seperti ibadah Haji.

Perbedaan Ibadah Haji dan Umroh

Memang, haji Umrah keduanya dilakukan di tempat yang sama di Mekah. Namun perlu Anda ketahui bedanya, yang terkadang orang tidak bisa membedakan terutama bagi orang yang masih awam.

Misalnya ketidaksamaan waktu antara dua umroh, Anda bisa melakukannya kapan saja. Namun, Anda hanya dapat melakukan ziarah dari jam 9 hingga 13 di Zulhijah.

Dengan demikian, haji tidak sah jika dilakukan di luar waktu tersebut, tidak seperti umroh yang dapat dilakukan kapan saja.

Sedangkan umroh bisa dilakukan kapan saja, tidak masalah, tetap berlaku. Tentu saja, kecuali tanggal 9 Dulhijah, Hari Nahar tanggal 10 Dzulhijah.

Masih banyak orang yang sering menyamakan antara ibadah Haji dan Umroh, padahal beda rukun haji dan umroh itu sangat jelas. Perlu Anda ketahui bahwa kedua ibadah ini tidaklah sama. Mungkin Anda bertanya,  apa perbedaan Haji dan Umroh? Berikut adalah beberapa yang membedakan antara ibadah Haji dan Umroh.

Berdasarkan Hukumnya

Beberapa ulama mengatakan bahwa melakukan Umroh adalah wajib bagi mereka yang mampu. Adapun yang lain, mereka mengatakan bahwa umroh ini memiliki hukum muakad sunnah, yaitu sunnah yang ditetapkan.

Sehingga hukumnya dekat dengan yang wajib, tetapi masih dalam lindungan sunnah. Namun, sebagian dari kita memanfaatkan Umroh untuk menantikan haji. Karena kita semua tahu bahwa proses pergi haji membutuhkan waktu yang sangat lama.

Karena harus mengantri untuk diberangkatkan ke tanah suci, karena terbatasnya kuota yang diberikan pemerintah Arab. Dengan demikian, tidak semua calon jamaah haji bisa langsung berangkat ke tanah suci.

Maka, untuk mengatasi kondisi tersebut, masyarakat menjadikan umroh sebagai pilihan untuk menunggu lama keberangkatan.

Beda rukun haji dan rukun umroh pertama adalah hukum yang mendasarinya. Sebagai umat muslim tentu kita tahu bahwa Haji adalah rukun Islam yang ke 5, rukun ini wajib dilaksanakan oleh orang muslim bagi yang memenuhi syarat.

Kewajiban untuk melaksanakan ibadah Haji ini ada dalam firman Allah pada Qs. Ali Imran: 98 yang artinya,

“Dan bagi Allah subhanahu wata’ala, wajib bagi manusia untuk melaksanakan Haji ke Baitullah.”

NUI (Nahdlatul Ulama Indonesia) menyatakan bahwa hukum Haji ini adalah wajib dan masuk dalam persoalan hukum yang sudah disepakati dan diketahui semua muslim. Bagi mereka yang menghindari Haji padahal mereka mampu dan memenuhi syarat, maka mereka mendapat dosa.

Sedangkan untuk ibadah umroh sendiri masih menjadi perdebatan di kalangan para ulama, apakah wajib atau tidak. Berdasarkan Qs. Al-Baqarah: 196, orang Islam diperintahkan agar menyempurnakan ibadah Haji dan juga Umroh kepada Allah SWT.

“Dan sempurnakanlah ibadah Haji dan Umroh untuk Allah.” (Qs. Al-Baqarah: 196).

Selain itu, ada banyak hadist yang juga menjelaskan tentang hukum ibadah Umroh. Beberapa diantaranya menyamakan antara hukum Umroh dengan hukum Haji, namun ada juga yang menyebutkan bahwa hukum menjalankan Umroh adalah sunnah.

Baca juga:

Arab Tutup Bandara Internasional Akibat Covid Baru
Pengertian haji dan umroh
Biaya Umroh 2022
Umroh Plus Turki
Tata Cara Umroh
Rukun Umroh
Umroh Murah

Berdasarkan Rukunnya

Perbedaan selanjutnya antara Haji dan Umroh bisa Anda lihat pada rukunnya. Yang mana rukun dalam ibadah ini menjadi penentu sah dan tidaknya suatu ibadah. Hal ini juga berlaku untuk ibadah Haji dan Umroh jika tidak dilaksanakan. Ibadah ini akan batal dan tidak bisa diganti denda.

Untuk ibadah Haji ini mempunyai lima rukun, yaitu ihram, wuquf di Arafah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Lima rukun Haji ini harus dilaksanakan untuk memenuhi syarat sah dalam ibadah Haji.

Jika Anda tidak melaksanakan semua rukun tersebut karena ada suatu hal, nilai Haji Anda akan berkurang.

Sedangkan untuk rukun Umroh adalah niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Bedanya disini adalah tidak adanya wukuf di arafah pada ibadah Umroh. Wukuf ini hanya wajib dilakukan oleh jamaah ibadah Haji.

Waktu Pelaksanaan

Perbedaan ibadah Haji dan Umroh yang selanjutnya adalah waktu pelaksanaannya. Seperti yang Anda ketahui bahwa ibadah Haji ini hanya dilakukan sekali dalam satu tahun. Jamaah ibadah Haji adalah umat muslim dari seluruh dunia.

Pelaksanaan ibadah Haji ini lebih sedikit dibandingkan ibadah Umroh. Ibadah haji hanya bisa dilakukan di awal bulan Syawal sampai dengan hari raya Idul Adha berlangsung di bulan Dzulhijjah.

Sedangkan untuk ibadah Umroh ini bisa dilakukan kapan pun, tidak ada jangka waktu dalam melaksanakan ibadah Umroh. Jadi setiap bulan boleh dilaksanakan ibadah Umroh, tidak seperti ibadah Haji.

Dalam satu hari, Umroh ini bisa dilakukan berkali-kali. Rangkaian ibadah Umroh sangat sederhana, yaiitu niat sambil berihram dari miqat, kemudian melakukan tawaf di sekeliling Ka’bah.

Setelah itu dilanjutan dengan Sa’i tujuh kali diantara Shafa dan Marwah, kemudian yang terakhir adalah Tahallul. Jika tidak sedang ramai, semua rangkaian ini bisa selesai dalam waktu sekitar 2 jam.

Berdasarkan Kewajibannya

Kewajiban yang dilakukan ketika melaksanakan kedua ibadah ini berbeda. Pada ibadah Haji dan Umroh para jamaah diwajibkan melaksanakan serangkaian ritual manasik, jika ditinggalkan maka akan mengurangi ibadah, dan harus diganti dengan denda.

Ada lima kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para jamaah Haji, yaitu ihram dari miqat, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf, dan melempar jumrah.

Sedangkan untuk Umroh, kewajiban yang dilaksanakan adalah niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram saja. Jumlah kewajiban pada ibadah Umroh lebih sedikit dan membuat ibadah Umroh ini lebih cepat selesai dibandingkan ibadah Haji.

Tingkat Keramaian atau Kekuatan Fisik

Perbedaan yang selanjutnya adalah berdasarkan tingkat keramaian dan kekuatan fisik yang diperlukan ketika melaksanakan ibadah Haji dan Umroh.

Untuk ibadah Haji memerlukan kekuatan fisik yang lebih besar serta kondisi kesehatan yang benar-benar prima. Karena rangkaian ibadah Haji ini lebih banyak dan lebih rumit jika dibandingkan dengan ibadah Umroh yang bisa selesai dalam waktu 2 jam saja.

Medan dan lokasi yang harus ditempuh ketika melaksanakan ibadah Haji tidak bisa dibilang ringan, hal ini membuat ritual yang dilakukan pun menjadi lebih sulit dikerjakan. Ditambah lagi dengan adanya jutaan manusia yang mengakibatkan dorong-dorongan terjadi.

Namun hal ini tidak terjadi untuk ibadah Umroh, karena ibadah Umroh ini hanya mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dan berjalan bolak balik dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali juga. Karena itulah tidak ada pergerakan massal dari satu tempat ke tempat lain.

Perbedaan Rukun Haji dan Wajib Haji

Rukun Haji merupakan inti dari ibadah Haji, rukun Haji ini menentukan keabsahan dari ibadah Haji. Rukun haji tidak bisa diganti dengan denda, berbeda dengan wajib Haji. Yang mana wajib Haji ini bisa diganti dengan denda dan Hajinya tetap sah.

Rukun Haji

Rukun Haji ini adalah serangkaian ritual yang harus dilakukan oleh para jamaah Haji, jika salah satu rukun tidak dilaksanakan maka nilai Haji akan berkurang. Rukun Haji ini tidak bisa digantikan dengan Dam.

Berdasarkan kategori yang dibuat oleh Syekh Ba’asyin, rukun haji ini ada 5, yaitu:

  • Ihram, yaitu niat mengerjakan ibadah Haji atau Umroh dengan menggunakan pakaian ihram dengan disertai niat Haji atau Umroh di miqat.
  • Wukuf, yaitu berdiam diri, berdoa, dan dzikir di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
  • Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali yang dilakukan setelah melontar jumroh Awabah. Tawaf ini dilakukan pada tanggal 10 Zulhijah.
  • Sa’i, yaitu berlari-larian kecil atau berjalan antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i dilakukan setelah melakukan Tawaf Ifadah.
  • Tahallul, yaitu mencukur atau menggunting rambut yang dilaksanakan setelah melakukan Sa’i.

Semua rukun tersebut harus dilakukan saat melaksanakan ibadah Haji. Rukun ini akan menentukan keabsahan Haji.

Wajib Haji

Berbeda dengan rukun Haji, jika salah satu ditinggalkan maka ibadah Haji yang dilaksanakan tetap sah dan dapat diganti dengan dam. Syekh Said Ba’asyin mengatakan bahwa ada enam wajib haji, yaitu:

  • Niat Ihram, yaitu berniat Haji atau Umroh di miqat dengan berpakaian Ihram.
  • Mabit (bermalam) di Muzdalifah, yaitu menginap di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah pada saat perjalanan dari Arafah ke Mina.
  • Melontar Jumroh, yaitu melontarkan tujuh kerikil secara berturut-turut di Aqabah pad atanggal 10 Zulhijah. Setiap kerikil harus masuk ke dalam jumrah besar tempt jumrah tersebut berada.
  • Mabit di Mina, yaitu bermaam di Mina pada hari Tasyrik (tanggal 11-13 Zulhijah).
  • Melontar Jumroh Ula, Aqabah, dan Wustha pada hari Tasyrik (tanggal 11-13 Zulhijah).
  • Tawaf Wada’, yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Mekkah.
Rukun Umroh dan Wajib Umroh

Selain rukun Haji dan wajib Haji, ada juga rukun Umroh dan Wajib Umroh. Keduanya ini memiliki jumlah yang lebih sedikit dibandingkan rukun Haji dan Wajib Haji. Berikut adalah penjelasannya:

Rukun Umroh

Rukun ibadah Umroh sama seperti wajib Haji, yang mana jika salah satu rangkaiannya ditinggalkan bisa digantikan dengan denda dan Umrohnya tetap sah. Adapun yang termasuk rukun ibadah Umroh adalah sebagai berikut:

  • Ihram, yaitu berniat menjalankan ibadah Umroh dengan memakai pakaian ihrom.
  • Tawaf, yaitu mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali yang dilakukan setelah melontar jumroh Awabah. Tawaf ini dilakukan pada tanggal 10 Zulhijah.
  • Sa’i, yaitu berlari-lari kecil dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali.
  • Tahallul, yaitu memotong rambut.

Perbedaan antara rukun Haji dan Umroh ada pada pelaksanaan wuquf di Padang Arafah. Yang mana pada ibadah Haji ini tidak dilaksanakan wuquf seperti pada ibadah Haji. Wuquf ini masuk dalam salah satu rukun Haji yang harus dilaksanakan.

Wajib Umroh

Selanjutnya adalah wajib Umroh, adapun yang termasuk dalam rangkaian wajib ibadah Umroh adalah sebagai berikut:

  • Ihram dari miqat yang terbagi menjadi dua, yaitu Miqat zamani (batas waktu) yang dapat dilakukan sewaktu-waktu, dan Miqat makani (batas mulai ihram) sama halnya seperti haji.
  • Menjaga diri dari larangan-larangan ihram, dimana jumlah larangana tersebut sama seperti larangan pada ibadah Haji.

Hukum Haji dan Umroh

Hukum melaksanakan ibadah Haji adalah wajib untuk setiap muslim yang mampu secara materiil, jasmani, dan rohani. Allah juga berfirman dalam Surat Ali-Imroh: 97 yang artinya,

”Baginya ada tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqom Ibrahim, barang siapa yang memasuki Baitullah, maka menjadi amanlah dia. Menjalankan ibadah haji adalah kewajiban bagi umat islam terhadap Allah, yaitu (bagi mereka) orang yang mampu (dari segi materi, kesehatan dan kondisi) mengadakan perjalanan menuju ke Baitullah. Barang siapa yang mengingkari kewajiban haji (mampu tapi tidak mau ibadah Haji), maka sesungguhnya Allah SWT Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imran: 97).

Jadi dari sini kita tahu bahwa ibadah ini wajib bagi mereka yang sudah memenuhi syarat. Adapun syarat-syarat wajib haji untuk setiap orang yang akan melaksanakan ibadah haji adalah:

  1. Beragama Islam
  2. Berakal Sehat
  3. Baligh
  4. Merdeka, bukan budak
  5. Kuasa atau mampu mengerjakan.

Sedangkan hukum melaksanakan ibadah Umroh adalah mutahabah yang berarti baik untuk dilakukan dan tidak wajib untuk dilakukan. Hal ini seperti yang sudah disampaikan Nabi Muhammad SAW, beliau mengatakan bahwa,

“Haji adalah fardhu sedangkan umroh adalah tatawwu.” (Al Hadist)

Tatawwu artinya tidak diwajibkan, namun baik dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Disunnahkan untuk melakukannya karena dengan itu akan mendapatkan pahala.

Sunnah Haji

Ketika melaksanakan ibadah Haji, ada beberapa sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh para jamaah Haji. Adapun sunnah ini terdiri dari enam perkara, yaitu:

  1. Cara mengerjakan Haji dan Umroh. Ada 3 jenis sunnah dalam mengerjakan Haji dan Umroh, yaitu:
    • Ifrad, yaitu melakukan haji terlebih dahulu kemudian baru Umroh
    • Tamattu, yaitu mendahulukan Umroh kemudian baru ibadah Haji
    • Qiran, yaitu melaksanakan ibadah Haji dan Umroh secara bersamaan.
  1. Membaca talbiyah ketika ihram sampai melempar jumroh Aqabah pada Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Haji)
  2. Berdoa setelah membaca talbiyah
  3. Berdzikir ketika tawaf
  4. Melakukan Sholat dua rakaat setelah tawaf
  5. Masuk ke Kakbah atau Baitullah (Rumah Allah).

Larangan saat haji

Larangan Haji, Kewajiban dan Sunnah:

Mengunjungi Rumah Allah di Arab Saudi adalah impian setiap Muslim yang taat. Pergi ke Baitullah, atau yang sering disebut haji, merupakan kewajiban bagi umat Islam.

Akan tetapi, kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan bila punya materi, mental dan fisik. Ketika ada kesempatan untuk pergi haji, hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya. Ini termasuk memenuhi kewajiban seseorang, dan menjauhi larangan haji.

Tanggung jawab haji

Setiap perbuatan pasti ada hukumnya, baik itu wajib, haram, sunnah, makruh atau mubah. Hukum wajib berarti bahwa ketika dilakukan, itu akan dihargai ketika dosa masih ada. Oleh karena itu, sangat pedih jika seseorang telah jauh-jauh datang ke Baitullah, tetapi hajinya tidak sah, karena selama haji dia tidak menunaikan kewajibannya.

Salah satunya adalah menunaikan kewajiban terkait perjalanan ke Baitullah ini agar menjadi haji yang mabrur. Seseorang dapat dikatakan saleh jika mematuhi perintah dan menjauhi larangan haji. Adapun kewajiban jemaah haji dalam menjalankan ibadah haji adalah sebagai berikut:

  1. Ihram Mikat: Mikat adalah batas-batas yang ditetapkan sebagai awal dari haji, yang berarti tempat atau waktu untuk memulai ihram. Menurut hadits, mikat diperuntukkan bagi penduduk yang melakukan haji. Jika jemaah melewatkan poin ini, mereka akan dihukum dengan membayar satu kambing.
  2. Wukuf Arafa: Wukuf adalah puncak dari perjalanan spiritual ini, yang berlangsung pada tanggal 9 Dzulhijah. Wukuf dimaksudkan sebagai proses hibernasi atau relaksasi total untuk mengoptimalkan fungsi fisik atau mental.
  3. Bermalam di Muzdalifah: Kewajiban haji berikutnya adalah bermalam di Muzdalifah, tempat berbahaya di “Mina” Mekah. Jika seseorang meninggalkan ritual ini, dia akan dihukum dengan membayar denda.
  4. Jumro: Pelemparan jumro dilakukan pada hari tasriq, merupakan salah satu bentuk zikir yang ditujukan kepada Allah SWT . Hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yang memerintahkan Allah untuk berzikir selain melempar Tawaf al-Sa’i.
  5. Mencukur rambut Anda atau menggundulnya: Mencukur rambut saat beribadah ke Tanah Suci bukanlah halangan untuk berhaji. Namun, ini adalah serangkaian kewajiban haji yang harus dilakukan jemaah saat memasuki Masjidil Haram.
  6. Thawaf Wada: Tawaf Wada adalah kegiatan terakhir di Mekkah sebagai tanda perpisahan dengan Baitullah. Hal ini dilakukan ketika seluruh rangkaian haji selesai dan dia akan meninggalkan Mekah.

Ini adalah beberapa tugas haji yang harus dilakukan oleh jamaah haji dari seluruh dunia. Ibadah haji tidak sah jika melepaskan kewajiban tersebut dan harus membayar denda.

Sunnah Haji adalah rangkaian ibadah untuk menyempurnakan ibadah haji. Siapa yang meninggalkan sunnah haji, termasuk yang kalah? Sedangkan yang memimpin akan mendapat pahala. Sunnah Haji bukanlah sesuatu yang harus dilakukan, atau sesuatu yang harus ditinggalkan, seperti larangan haji.

Adapun sunnah haji yang dianjurkan untuk melengkapi ibadah berziarah ke rumah Allah adalah sebagai berikut:

  • Mandi saat Ihram sebagai sarana penyucian diri untuk memelihara ibadah yang suci
  • Mengenakan dua helai kain saat berihram sebagai selendang sarung
  • Membaca Talbiya, pengucapan haji khusus bagi umat Islam, dibacakan “Labbaika allohumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika”
  • Jika tawaf wada itu wajib, maka ada sunnah dalam haji yaitu tawaf qudum. Dimana ibadah ini dikhususkan bagi yang memilih Haji Qiran atau Haji Ifraad
  • Memperlihatkan bahu kanan saat tawaf qudum atau disebut al-idhbaa’ adalah sunnah haji lainnya
  • Rasulullah SAW mencium Batu saat menunaikan haji, maka jamaah pun dianjurkan untuk mencium Batu tersebut

Inilah beberapa amalan ibadah yang harus dilakukan jamaah haji sebagai kesempurnaan saat berkunjung ke Rumah Allah SWT.

Larangan saat haji

Berbeda dengan kewajiban Haji Sunnah yang diperintahkan, larangan haji adalah tindakan yang tidak boleh dilakukan saat melakukan haji. Ketika seseorang melanggar larangan tersebut, ia wajib membayar denda.

Jadi jangan sampai ibadah impian setiap muslim ini menjadi kurang bermakna, karena berjamaah menyalahi aturan. Jamaah haji wajib mengetahui aturan larangan selama berada di Tanah Suci agar bisa menjadi haji yang mabrur. Dengan menghindari larangan haji, ibadah akan lebih khusyuk.

Baca juga: Biaya Umroh 2021

Orang-orang juga menelusuri:

https://youtu.be/pU3jshRhyAg

Penjelasan secara singkat tentang perbedaan antara haji dan umroh bisa dilihat pada keterangan berikut ini:

  1. Bedanya Haji dan Umroh Menurut Waktu:

    Ibadah haji waktunya ditentukan, tidak boleh dilaksanakan di sembarang waktu. Dalam satu tahun ibadah haji cuma dilaksanakan sekali saja, tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah, yakni ketika wuquf di Arafah. Karena ibadah haji pada dasarnya merupakan wuquf di Arafah.

    Adapun rangkaian ibadah haji bisa dimulai dari bulan Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah. Intinya, ibadah haji itu terikat oleh waktu. Kalau umroh boleh dikerjakan kapan saja tanpa ada ketetapan waktu seperti ibadah haji. Boleh dilakukan 7 hari dalam satu minggu, 30 hari dalam satu bulan dan 365 hari dalam satu tahun.

    Malahan dalam satu hari boleh saja umroh dikerjakan berkali-kali, sebab mengingat rangkaian umroh itu sangat simpel, yakni niat dari Miqot, Thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7x, sa’i sebanyak 7x dan tahalul. Jika diamati secara teknis, ibadah Umroh bisa dikerjakan cuma dalam 1 sampai 2 jam saja (kalau kondisinya tidak ramai).

  2. Perbedaan Haji dan Umroh Menurut Durasi:

    Penjelasan ketiksamaan yang mendasar antara umroh dan haji adalah dari sisi durasinya atau lamanya kedua ibadah itu. Secara praktek di lapangan, rangkaian ibadah haji lebih banyak membutuhkan waktu daripada ibadah umroh.

    Tiap-tiap orang yang mengerjakan ibadah haji paling cepat dikerjakan minimal 4 hari, yakni dari tanggal 9 sampai 12 Dzulhijjah. Itupun jika kamu niat mengambil nafar awal dalam melaksanakan ibadah haji. Jika kamu ngambil nafar tsani, berarti ditambah lagi menjadi lima hari, yaitu sampai tanggal 13 Dzulhijjah.

    Sementara ibadah umroh cuma memerlukan waktu durasi 2 sampai 3 jam saja. Sebab secara praktek, kamu cuma butuh 3 kegiatan ringan, yakni mengambil miqat, thawaf sebanyak 7x, berjalan antara bukit Shafa dan Marwa sebanyak 7x kemudian cukur.

    Sehingga lepas dari masalah aturannya, seseorang boleh saja mengerjakan satu rangkaian umroh dalam sehari 2 sampai 3 kali.

  3. Perbedaan Haji dan Umroh dari Segi Hukum:

    Selain itu, yang membedakan antara haji dan umroh yaitu hukumnya. Umat islam sudah sampai kepada ijma’ bahwa ibadah haji hukumnya wajib, fardhu a’in bagi tiap-tiap muslim yang mukallaf dan mampu.

    Tak seorang pun ulama yang mengatakan bahwa ibadah haji hukumnya sunnah, seluruh ulama’ sependapat mengatakan hukumnya wajibmesti atau fardu a’in.

    Beda dengan umroh, para ulama tak sepakat atas hukumnya. Beberapa ulama bilang hukumnya sunnah, dan ada juga yang berpendapat hukumnya wajib.

    Umroh berdasarkan mazhab Hanafiyah dan Malikiyah hukumnya sunnah bukan wajib. Dalilnya adalah hadis Jabir ra yang artinya: “Nabi SAW ditanya seputar umroh, apakah wajib atau tidak? Beliau bersabda: “Tidak, dan kalian menjalankan umrah itu lebih utama” (HR Al Tirmidzi).

    Sedangkan, menurut pendapat mazhab Hambali  dan Asy-Syafi’iyah mengatakan, bahwa umroh itu hukumnya wajib minimal satu kali seumur hidup. Adapun dalilnya yaitu (Q.S Al-Baqarah:196), yang artinya “dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”.

    Tetapi sebetulnya, secara teknis semua orang menunaikan ibadah haji, berarti sudah pasti mengerjakan ibadah umroh. Sebab pada dasarnya ibadah haji merupakan ibadah umroh plus dengan tambahan ritual lainnya.

  4. Bedanya umroh Sama Haji Menurut Kewajiban:

    Yang dimaksud dengan wajib haji dan umroh yaitu segala kegiatan yang menjadi keharusan untuk jamaah haji atau umroh dalam menjalankannya.

    Jika Anda meninggalkan kegiatan yang diharuskan dalam ketentuan haji dan umroh ini, maka Anda akan berdosa namun tidak merusak ibadah haji maupun umrohnya.

    Kegiatan yang diharuskan dalam ibadah haji dan umroh itu berbeda dengan rukunnya. Yaitu jika kalian melewati dengan sengaja ataupun tanpa sengaja pada salah satu rukun di antara rukun haji dan umroh, maka hukum umroh atau hajinya menjadi rusak dan tidak sah.

    Adapun kegiatan yang diharuskan dalam ibadah haji itu ada enam yaitu: niat ihram, mabit di Muzdalifah, melempar Jumroh (tiga objek pelemparan: Jumroh Ula, Jumroh Wustho dan Jumroh Aqadah), lalu mabit di Mina (di hari Tasyrik), kemudian thowaf wada’, dan menghindari semua larangan dalam ihrom.

    Sedangkan kegiatan yang diwajibkan pada umroh itu ada dua, yaitu ihrom dari miqot dan menghindari semua larangan dalam ihrom seperti menggunting rambut dan lain-lain.

  5. Perbedaan Pelaksanaan Haji dan Umroh Dari Segi Rukunnya:

    Apa bedanya rukun haji dan wajib haji ? Untuk rukun haji lebih panjang dan wajib dikerjakan secara berurutan, karena konsekuensinya bisa terbilang berat jika kalian sampai lupa mengerjakan rangkaian ibadahnya.

    Menurut mazhab Asy-Syafi’iyah, ada 6 rukun dalam ibadah haji, diantaranya yaitu berihrom, wuquf di Arofah, menjalankan Thawaf Ifadhoh, mengerjakan Sa’i Shofa Marwah, Al-Haq atau menggundulkan rambut kepala, atau Al-Taqshir (mengurangi rambut), dan tertib dalam mengerjakan urutan rukun-rukun ini.

    Sementara rukun umroh terbilang sederhana dan tak perlu memakan waktu yang banyak. Sebab rukun ibadah umroh hanya ada 4 saja: yaitu ihrom dengan niat, thowaf 7 kali, sa’i antara bukit shofa sampai Marwah sebanyak 7 kali, dan tahalul (mencukur rambut).

  6. Perbedaan Rukun Haji dan Umroh Menurut Kekuatan Fisik:

    Ibadah haji memerlukan tenaga fisik yang lebih kuat serta dukungan kesehatan yang fit dan prima. Karena pelaksanaan ibadah haji memang jauh lebih banyak praktek yang mesti dikerjakan, lebih ribet dan medannya pun juga bisa dikatakan tidak ringan, sehingga pelaksanaannya pun sedikit lebih susah untuk dijalankan.

    Di lokasi Arofah, Muzdalifah dan Mina, kalian tak perlu mengerjakan apa-apa sepanjang hari. Kalian hanya disuruh menetap saja, boleh makan, minum, dan lain sebagainya (yang penting tidak melanggar aturan ihrom).

    Beda lagi dengan di Mina, selama 3 hari kalian diharuskan mengerjakan kegiatan melempar tiga tugu Jumroh, yaitu Jumroh Ula, Jumroh Wustho dan Jumroh Aqobah.

    Sementara, ibadah umroh jauh lebih sedikit dan singkat pelaksanaannya, sebab cuma mengelilingi Ka’bah dan Thowaf dari bukit Shofa dan Marwah 7 kali. Untuk itu, tidak diperlukan tenaga fisik serta kondisi kesehatan yang prima.

  7. Yang Membedakan Antara Umroh dan Haji Menurut Tingkat Keramaian:

    Kegiatan ibadah haji bisa dibilang bahwa secara sistematis itu sederhana, namun karena waktunya bersamaan dengan banyak manusia, ternyata masalah wuquf di Arofah, menginap di Muzdalifah hingga urusan melempar ini menjadi tidak gampang.

    Karena bersamaan dengan jutaan manusia dari banyak negara dan kerap kali terjadi desak-desakan sampai menimbulkan korban nyawa yang cukup banyak.

    Dan sebab adanya jumlah jutaan massa yang berdesakan antara Mina, Arafoh, Muzdalifah dan Kota Mekkah, maka kerap kali jatuh korban, entah itu luka kecil, sakit, ataupun meninggal dunia.

    Tapi, semua kegiatan itu tidak terjadi pada ibadah umroh, sebab tidak ada kerumunan massa sampai jutaan jumlahnya. Dan tidak terjadi berdesakan massa dari suatu tempat ke tempat yang lain. KArena Ka’bah dan Shofa Marwa ada disatu lokasi, yaitu di dalam masjid Al-Haram.

  8. Perbedaan Antara Haji dan Umroh Menurut Biaya yang Dikeluarkan:

    Beda umroh dan haji juga berhubungan dengan tarif. Tinggi rendahnya pengeluaran tarif tergantung waktu yang dibutuhkan oleh para jamaah selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.

    Sudah ketahuan bahwa tarif ibadah haji pasti lebih mahal ketimbang ibadah umroh, karena rangkaian ritual ibadah yang cukup lama di sebagian tempat.

    Tapi pastinya selisih tarif untuk menjalankan ibadah umroh tak terlalu jauh dari tarif ibadah haji. Sebab waktu yang dihabiskan oleh para jamaah selama melaksanakan ibadah umroh terbilang cukup singkat.

    Karenanya, banyak orang yang mengerjakan ibadah umroh dulu sebelum Haji. Alasannya, Selain lebih murah, ibadah umroh juga dipilih sebab bisa dikerjakan kapan saja.

    Demikianlah uraian seputar bedanya rukun haji dan wajib haji. Kini kamu telah mengetahui ketidaksamaan diantara keduanya. Bagi kamu yang sudah merasa sanggup segeralah menjalankan ibadah haji atau umroh. Semoga penjelasan dari penulis berguna dan semoga kita semua bisa berangkat Haji dan Umroh secara rutin, Aamiin….

Kesimpulan

Secara garis besar, bedanya umroh dan haji bisa di rangkum seperti di bawah ini:

Haji: Dilakukan hanya khusus pada musim Haji (Bulan Dzulhijah)
Umroh: Bisa dikerjakan hampir sepanjang tahun, bebas mau kapan saja bisa ibadah Umroh

Haji: Rukun meliputi niat, ambil Miqot, Thawaf, Sa’i, Wukuf di Arofah, melempar Jumroh, Tahallul
Umroh: Tidak perlu Wukuf dan tidak perlu melempar Jumroh

Haji: Menunggu antrian sangat lama (Haji reguler)
Umroh: Bisa langsung berangkat kapan saja

Haji: Waktu pelaksanaan rata-rata 25 sampai 28 hari (Haji plus), 40 hari (Haji reguler)
Umroh : Waktu pelaksanaan rata-rata 9 sampai 12 hari

Haji: Rosulullah SAW melakukan hanya 1 kali (Haji wada’)
Umroh: Rosulullah SAW melakukan ibadah umroh sebanyak 4 kali

Haji: Biaya biasanya lebih mahal dari biaya umroh
Umroh: Biaya biasanya lebih murah dari biaya haji

Haji: Biasanya diselenggarakan oleh pemerintah (resmi)
Umroh: Diselenggarakan oleh Travel

Haji: Orang yang sudah melaksanakan ibadah Haji, otomatis sudah termasuk ibadah Umroh
Umroh: Orang yang ibadah Umroh, belum tentu bisa Haji

Haji: Hukumnya wajib bagi yang sudah mampu
Umroh: Tidak wajib

Haji: Mabit atau bermalam di Mina
Umroh: Tidak bermalam

Haji: Bisa melaksanakan Masian
Umroh: Tidak bisa

Haji: Sepulang Haji mendapatkan gelar Pak/Bu Haji
Umroh: Tidak mendapatkan gelar Umroh

Demikianlah penjelasan singkat tentang apa yang membedakan antara rukun umroh dan rukun haji, semoga bisa memberi gambaran kepada Anda tentang apa yang membedakan antara ibadah Haji dan Umroh beserta rukun serta syarat-syarat melaksanakannya.

Baik Haji maupun Umroh merupakan ibadah yang sangat besar pahalanya, namun Anda tidak boleh memaksakan untuk pergi Haji atau Umroh jika tidak punya uang. Karena hukum dari ibadah Haji adalah Wajib hanya untuk mereka yang mampu saja.

Jangan sampai karena ingin pergi Haji Anda melakukan pekerjaan yang tidak halal. Selain itu, jika Anda mendaftar Haji sekarang maka berangkatnya 20-25 tahun yang akan datang. Oleh karena itu, Anda bisa mulai menabung mulai dari sekarang sampai 20 tahun kedepan untuk biaya Haji.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda*

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.