Buka 24 jam full siap kirim sampai ke luar negeri
  • Gabung Bersama Kami untuk Dapatkan Tambahan Penghasilan Sampai 100 Juta Dalam Program Affiliasi dan Reseller Produk Kami
Beranda » Blog » Investor FOMO, Belajar dari IPO Bukalapak!

Investor FOMO, Belajar dari IPO Bukalapak!

Diposting pada 24 December 2021 oleh pengurus / Dilihat: 366 kali

[


q4u2509goa
Contoh indeks saham. (Pixbay)

Investor FOMO harus bermitra dengan pembeli potensial berdasarkan tren. Tanpa penelitian sebelumnya dan analisis independen. Fenomena ini disebabkan semakin banyaknya investor ritel di Tanah Air.

FOMO Takut akan kepunahan itu singkat. Pernyataan kepada seseorang yang takut kehilangan sesuatu yang baru, seperti berita atau tren. Orang-orang dengan FOMO menghabiskan waktu mempelajari apa yang dibicarakan publik. Ketakutan mereka adalah bahwa mereka akan kehilangan informasi di ruang obrolan dengan orang lain. Namun, FOMO memiliki efek berbahaya pada investasi saham.

Menurut Bank Indonesia (KSEI), lebih dari 6,43 juta investor masuk ke pasar modal hingga akhir September 2021. . IKLAN. Hingga akhir tahun 2020, jumlah investor adalah 3,88 juta, tumbuh 65,73% pada tahun 2021.

Investor pemula lebih sensitif terhadap berita, influencer, atau saran teman saat membuat keputusan pemasaran. Orang yang tidak mengerti analisis teknis atau dasar mengandalkan emosi eksternal saat melakukan transaksi. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman akan membuat mereka membeli saham yang banyak dideskripsikan. Bahkan jika Anda tidak tahu tentang perusahaan yang Anda beli, termasuk kinerja, laporan keuangan, atau janji.

Suteja dan Gunardi (2016) menunjukkan bahwa informasi yang diterima investor merupakan dasar pengambilan keputusan, termasuk makro dan mikroskop. Informasi yang disebarluaskan akan menjadi pendorong terjadinya transaksi dan akan menyebabkan harga saham naik atau turun. Menurut hukum ekonomi, ketika ada lebih banyak permintaan daripada penawaran, harga saham naik, dan sebaliknya.

Hal ini bertolak belakang dengan ekspektasi investor untuk membeli saham. Fomburn (1996) mengemukakan bahwa ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan. Pertama, untuk profit, investor lebih menyukai perusahaan yang profitnya tinggi. Pendapatan akan mempengaruhi profitabilitas investor masa depan. Kedua, perusahaan dengan bisnis yang stabil, stabil dan berkelanjutan mengurangi risiko investor untuk menyimpan uang mereka. Ketiga, janji, investor tidak hanya membeli saham untuk hari ini tetapi juga untuk masa depan. Perusahaan dengan visi dan perkiraan pertumbuhan akan lebih menarik bagi investor.

FOMO oleh Bucalapak IPO

Kami dapat menemukan FOMO pada saham di Buchalapak IPO Speed. Berita besar dan saran dari perwakilan publik mendorong investor ritel untuk menyelamatkan penawaran umum pertama perusahaan. Rencana penawaran umum pertama Bukalapak telah ramai diberitakan di media sejak Februari 2021. Bahkan, pada akhir tahun 2020, pidato IPO Buchalapak menjadi berita. Kabarnya, saham Buchalapak di BEI pada 6 Agustus 2021 semakin besar menjelang rilis resmi kode BUKA.

Alhasil, saham Bukalapak diperdagangkan naik 24,71% menjadi Rp850 pada hari pertama perdagangan di BEI. Bahkan, saham Bucalapak sempat mengalami spiral ke atas (ARA) dan ditutup dengan harga Rp 1.060 per saham. Lima menit setelah transaksi dibuka, pada pukul 09.05 WIB, harga saham Buchalapak mencapai Rp 320,86 miliar. Alhasil, nilai kapitalisasi pasar Buchalapak melonjak dari Rp 86,7 triliun menjadi kapitalisasi awal 109,25 triliun.

Pada perdagangan hari kedua, saham Bukalapak menutup kisaran ARA sebesar 25% dan rebound hingga mencapai Rp1.325. Pada hari pertama, berita kenaikan tajam saham membuat investor lain kesulitan untuk hengkang. Total transaksi mencapai Rp50,17 miliar pada hari itu. Kenaikan tersebut mendorong nilai kapitalisasi pasar Bucalapak menjadi Rp136,56 triliun.

Kisah manis perjalanan IPO Bucalapak tidak berlangsung lama. Pada perdagangan hari ketiga, harga saham mencapai 6,76 persen pada Rp1.035, melampaui ARB. Harga saham Buchalapak anjlok Rp 152,96 miliar. Itu dimiliki oleh investor asing yang mendapat untung dengan menjual saham. Angka ini akan membuat Bukalapak resmi dijual pada Selasa, 10 Agustus 2021. Tren penurunan berlanjut hingga keesokan harinya dan mempengaruhi ARB lima kali berturut-turut.

Iklim investasi yang tumbuh harus terus berlanjut bahkan meningkat. Jika investor ritel menderita kerugian berulang, ini akan merugikan situasi dan merugikan pasar modal negara.

Pengaruh tersembunyi lainnya adalah risiko atau kekhawatiran investor membeli saham IPO perusahaan teknologi. Padahal, di Indonesia, startup berbasis teknologi sedang berkembang pesat. Hingga September 2021, ada 2.100 perusahaan rintisan di Tanah Air. Dari jumlah tersebut, tujuh adalah Unicorn dan dua adalah Deaconer.

Saya pernah mendengar cerita seorang teman yang ingin menggandakan uangnya. Dana yang digunakan adalah modal nikah, dengan harapan uangnya berlipat ganda. Orang ini terpacu untuk melihat kesuksesan para pialang saham yang tampaknya dengan mudah mampu bertahan di pasar modal. Tapi tiga hari lalu, pasar saham anjlok. Akhirnya, dia memutuskan untuk menunda pernikahan tanpa batas waktu, berharap harga saham akan naik lagi.

Dari pengalaman di atas, ada dua pelajaran yang bisa dipetik bagi investor FOMO. Investasikan uang dingin terlebih dahulu, bukan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Cold Money adalah dana investasi khusus yang jika hilang tidak akan mengganggu aktivitas sehari-hari setidaknya selama satu tahun ke depan. Kedua, jangan membeli hanya dengan mengikuti tren. Pelajari teknik analitik independen untuk meminimalkan risiko investasi.

Ikuti ulasan menarik lainnya dari penulis Klik di sini

Gambar

retizen

Sumber artikel : https://retizen.Digitren/posts/21694/investor-fomo-belajar-dari-ipo-bukalapak

Bagikan ke

Investor FOMO, Belajar dari IPO Bukalapak!

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Investor FOMO, Belajar dari IPO Bukalapak!

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: