Wabah Penyakit pada Masa Ottoman dan Penanggulangannya - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Wabah Penyakit pada Masa Ottoman dan Penanggulangannya

[

Kala itu, Utsmaniyah menerapkan karantina untuk memerangi wabah.

Digitren, berdasarkan pilihan Azar Rasyid, sejarah islam

Ketika orang berbicara tentang epidemi di masyarakat, orang langsung memikirkan apa yang sering disebut Black Death. IKLAN. Kematian kulit hitam di Eropa antara 1347 dan 1351 membunuh sekitar 25 juta orang Eropa.

Angka ini sama dengan sepertiga dari total populasi Eropa saat itu dan masih dianggap sebagai korban tewas tertinggi akibat pandemi. Sementara jumlah kematian orang kulit hitam di Eropa adalah salah satu pandemi terburuk dalam sejarah, baik negara-negara Islam maupun Arab dijangkiti oleh berbagai penyakit.

Menurut Michael Walter Dolls dalam Kematian Hitam di Timur Tengah IKLAN.

Nama wabah ini mengacu pada raja dinasti Sassanid, yang memerintah Iran dan memerintah dari Cyrus II (Cobad II), yang memerintah dari 628 dan seterusnya. Wabah sejak awal musim 628. Epidemi telah menyebar dari Irak ke provinsi barat Sassania, menewaskan ribuan orang Sassania.

Tulah lain yang mengikuti adalah Wabah Zedigrid (kemudian Raja Sassania II, diperintah oleh Raja Yiddishgd II, 634-642) dan Wabah Amwas (berasal dari desa Palestina). . Bencana ini terjadi tujuh tahun setelah kematian Nabi Muhammad (saw) pada 639 M (ketika kekuasaan politik Islam berada di tangan Khalifah Umar bin Khattab). Epidemi telah menyebar antara Suriah dan Arab, serta antara Mesir dan Irak, mempengaruhi antara 25.000 dan 30.000 orang.

Sumber: Sura Suara Muhammadiyah

Sumber artikel : https://www.republika.co.id/berita/r5oedh366/wabah-penyakit-pada-masa-ottoman-dan-penanggulangannya

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.