Beranda » News » Update Terkini Penyebaran Infeksi Virus Korona

Digitren.id – Kasus virus korona covid-19 nampaknya menjadi salah satu permasalahan yang sangat serius sekali. Terlebih lagi kini penyebaran virus korona sangat cepat dari satu Negara ke Negara lain. Seperti yang kita ketahui bahwa koronavirus ini berasal dari Wuhan China. Namun semakin hari penyebaran dan penularan virus ini sangat cepat karena menular dari satu orang ke lainnya.

virus korona terbaru

virus korona terbaru

Kini penanganan virus korona dilakukan secara serius karena sudah banyak korban akibat virus tersebut. Bahkan menurut laporan terbaru saat ini sudah banyak korban akibat virus korona. Tidak hanya di Negara asalnya yaitu China, namun virus ini sudah mulai merebak ke beberapa wilayah kawasan akibat terbawa oleh orang-orang yang berkunjung dari Negara tersebut.

Kasus orang yang terinfeksi oleh virus Corona masih bertambah dan angka kematian yang terus bertambah. Peningkatkan angka kematian di beberapa Negara akibat Virus Corona sangat singnifikan. Jelas sekali hal ini menjadi salah satu permasalahan yang tidak bisa dianggap sepele karena infeksi  virus ini sangat cepat menular.

Infeksi Virus Korona Sudah Mewabah Ke Beberapa Negara

Menurut kabar dan info terbaru yang dikutip dari kompas.com melansir South China Morning Post  hingga Hari Senin tanggal 02 Maret 2020 menyatakan total kasus infeksi virus korona yang sudah tercatat di seluruh Dunia mencapai angkan 88.227 kasus infeksi positif korona. Kemudian kasus kematian yang sudah tercatat akibat Korona yaitu sekitar 3.006 kematian. Adapun untuk kasus sembuh sekitar 41.997.

Adapun Negara yang telah mengkonfirmasi infeksi virus korona tersebut diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. China
  2. Italia
  3. Korea Selatan
  4. Jepang
  5. Iran
  6. Singapura
  7. Perancis
  8. Spanyol
  9. AS
  10. Kuwait
  11. Jerman
  12. Thailand
  13. Inggris
  14. Bahrain
  15. Taiwan
  16. Australia
  17. Malaysia
  18. Uni Arab Emirat
  19. Irak
  20. Kanada
  21. Vietnam
  22. Norwegia
  23. Belanda
  24. Swedia
  25. Kroasia
  26. Swiss
  27. Belarus
  28. Romania
  29. India
  30. Ceko
  31. Filipina
  32. Pakistan
  33. Meksiko
  34. Rusia
  35. Israel
  36. Austria
  37. Oman
  38. Finlandia
  39. Lebanon
  40. Mesir
  41. Irlandia
  42. Islandia
  43. Estonia
  44. Yunani
  45. Ekuador
  46. Dominica
  47. Kamboja
  48. Azerbaijan
  49. Armenia
  50. Algeria
  51. Afganishtan
  52. Georgia
  53. Denmark
  54. Brazil
  55. Belgia
  56. Sri lanka
  57. San Marino
  58. Qatar
  59. Macedonia Utara
  60. Nigeria
  61. Nepal
  62. Monaco
  63. Lithuania

Berdasarkan pada daftar data yang tertera diatas maka diketahui bahwa Virus tersebut terlah menyebar di sebagian besar benua di Dunia kecuali untuk Benua Antartika. Kasus infeksi dan kematian akibat Virus korona terbesar masih menduduki China. Akan tetapi koronavirus terus menyebar dengan cepat ke beberapa wilayah dan Negara di luar China seperti daftar diatas.

Penyebaran Kasus Virus Korona Melonjak Di Luar China

Tidak hanya di Negara Asalnya China, namun Kasus virus ini juga melonjak dengan cukup signifikan ke Negara Negara bagian di luar China. Misalnya saja di Korea Selatan yang sudah terjadi dengan kasus sebanyak 3.000 kasus.

Lonjakan kasus infeksi korona lainnya terjadi di Italia. Menurut data terbaru menemukan bahwa di Italia sudah terjadi jumlah infeksi kasus korona mencapai 1.000 kasus yang terjadi. Bahkan di Amerika sudah ada kasus kematian akibat virus korona tersebut.

Lonjakan penyebaran kasus virus korona memang sangat cepat sekali sehingga dalam hal ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau untuk semua pihak dalam melakukan penanganan dan pencegahan serius untuk kasus tersebut.

Indonesia Menutup Kedutaan besar di Seoul untuk Sementara Karena Penyebaran COVID-19

Kantor Kedutaan Besar Indonesia dan Pusat Promosi Investasi Indonesia (IIPC) di ibu kota Korea Selatan Seoul telah ditutup untuk sementara waktu setelah kasus COVID-19 dilaporkan di daerah terdekat.

Kantor Kedutaan Besar Indonesia dan Pusat Investasi Indonesia (IIPC) di ibu kota Korea Selatan Seoul telah ditutup untuk sementara waktu setelah kasus COVID-19 dilaporkan di daerah tersebut. Kompleks Kedutaan Besar Indonesia dan kantor IIPC terletak di dekat Yeouido, distrik investasi dan keuangan utama Seoul, di mana seorang karyawan Bank Ekspor-Impor Korea yang dikelola negara disinyalir terinveksi COVID-19 pada tanggal 27 Februari.

Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi mengatakan penutupan itu hanya sementara. Dengan ditutupnya kantor, konter pelayanan publik khusus yang menangani visa, paspor dan layanan konsuler di kedutaan akan ditutup untuk sementara waktu. Langkah-langkah keamanan ekstra untuk mendisinfeksi kompleks kedutaan dan kantor IIPC sedang berlangsung, katanya. (VNA / ANI)

Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah mengumumkan bahwa ada dua orang Indonesia telah dinyatakan positif mengidap penyakit coronavirus baru (COVID-19), dua kasus pertama dari penyakit yang dikonfirmasi.

Jokowi mengatakan bahwa kedua orang itu berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun, telah melakukan kontak dengan seorang warga Jepang yang di cek positif di Malaysia pada 27 Februari setelah mengunjungi Indonesia pada awal Februari.

“Ketika kami menerima informasi [tentang warga Jepang], sebuah tim di Indonesia segera melacak siapa warga Jepang itu bertemu,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Senin. “Kami memeriksa [dua orang] dan pagi ini saya menerima laporan dari menteri kesehatan bahwa mereka dinyatakan positif terkena virus corona.”

Virus korona baru

Virus korona baru

Dia mengatakan pemerintah siap untuk menangani kasus COVID-19

“Kami telah menyiapkan lebih dari 100 rumah sakit dengan ruang isolasi dengan standar isolasi yang baik. Kami juga mempunyai alat yang memenuhi standar internasional, ”katanya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, yang juga di Istana Negara, mengatakan bahwa kedua wanita itu adalah warga Depok, Jawa Barat, dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI Sulianti Suroso) di Jakarta.

Sebelum pengumuman ini, Indonesia tidak memiliki kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, yang meningkatkan kekhawatiran tentang kemampuan deteksi negara.

Karena jumlah kasus koronavirus yang dikonfirmasi di 61 negara mencapai 86.000 pada hari Sabtu dengan hampir 3.000 kematian hingga saat ini, profil mereka yang paling berisiko meninggal menjadi fokus, para ahli mengatakan kepada AFP. Tetapi angka kematian secara keseluruhan tetap tidak pasti.

Di antara mereka yang terinfeksi virus, orang dewasa yang lebih tua dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya atau hipertensi menghadapi risiko yang lebih tinggi, menurut statistik awal, termasuk dari penelitian yang mencakup lebih dari 72.000 pasien di Cina.

Di antara subset dari 44.700 infeksi yang dikonfirmasi melalui tes laboratorium pada pertengahan Februari, lebih dari 80 persen berusia 60 tahun, dengan separuh lebih dari 70, kata peneliti itu, yang diterbitkan dalam CDC Weekly China resmi.

Laporan awal dari luar China, 12 korban pertama dilaporkan di Italia sebagian besar berusia 80-an, dan tidak ada yang berusia di bawah 60. Beberapa di antaranya memiliki masalah jantung.

Dalam penelitian di China, Laki-laki lebih cenderung meninggal dunia daripada perempuan dengan selisih hampir 3 banding 2.

Tetapi apakah itu karena faktor perilaku – terutama bahwa kebanyakan pria di Cina terbiasa merokok, sementara beberapa wanita tidak merokok – atau memang karena faktor biologis, seperti perbedaan hormon, tapi ini masih belum diketahui secara pasti.

Satu temuan yang mengejutkan dari penelitian Cina adalah hampir tidak adanya kasus pada anak-anak.

Kelompok usia 10-19 terdiri dari satu persen yang terinfeksi, dan hanya satu kematian. Dilaporkan Anak-anak di bawah 10 tahun tanpa kematian.

Dalam sebuah wawancara kepada AFP, Cecile Viboud, seorang ahli epidemiologi di Pusat Internasional Nasional Institut Kesehatan AS Fogarty, mengatakan “Kami akan terus berupaya menyembunyikan kekurangan kasus mereka yang berumur di bawah 20 tahun”

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda*

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.