14 Agustus 2021 Oleh Admin Digitren 0

Arab Tutup Bandara Internasional Akibat Covid Baru, Nasib Agen Travel Umroh

Saudi Arabia menutup penerbangan internasional untuk sementara karena ditemukannya virus Corona tipe baru. Keputusan ini berisiko memberi pengaruh pemberangkatan jamaah umroh.

Agenda keberangkatan umroh yang telah direncanakanbisa jadi batal atau lanjut seperti agenda semula. Indonesia masih menunggu hasil kabar dari telegram resmi dari pemerintah Saudi.

Umroh
Umroh

“Pada system penerbangan Garuda statusnya memang masih ON, namun pihak Garuda masih menunggu info terkait berita dari telegram resmi Arab Saudi,” kata Kepala Bidang Umrah Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia) Zaky Zakaria.

Dalam informasi singkat yang diterima digitren.id, para calon jamaah umroh masih bertempat di lobi hotel. Mereka belum bisa memastikan untuk berangkat ke airport sebab menunggu info dari pemerintah Saudi Arabia dan maskapai penerbangan.

Berdasarkan ungkapan Ust. Zaky, para calon jamaah umroh yang akan berangkat pada hari Senin (21/12/2020) sudah melakukan test swab dan karantina. Group ini masuk di hotel karantina pada hari Ahad (21/12/2020) sebelum mengerjakan ibadah.

Sambil menunggu informasi dari maskapai penerbangan, Ust. Zaky juga selalu menghubungi Muassasah. Pihak ini merupakan penyelenggara ibadah umroh di Saudi Arabia yang ditunjuk oleh kementerian haji Saudi Arabia.

Baca Juga: Perbedaan Haji dan Umroh

Dilansir dari media Arab News, waktu penutupan maskapai penerbangan internasional sementara Saudi Arabia sudah berlangsung sejak seminggu yang lalu. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang seiring dengan update terbaru laporan virus corona jenis lain.

Selain jalur penerbangan, jalan masuk ke Arab Saudi dengan menggunakan alat transportasi lain juga ditutup sementara. Wabah Virus Corona tipe baru ditemukan di Inggris dan negara di bagian Eropa lainnya.

Penutupan sementara merupakan reaksi kepada potensi kegawatan wabah virus corona tipe baru. Arab Saudi juga mengharuskan bagi siapa saja yang baru balik dari Eropa untuk menjalani karantina dan pemeriksaan diri.

Biro penyelenggara perjalanan travel haji dan umroh di Indonesia kembali sedih dengan adanya larangan penerbangan internasional ke Saudi Arabia untuk seminggu ke depan. Restriksi itu disebabkan karena Kementerian Kesehatan setempat melihat adanya penyebaran virus COVID-19 yang bermutasi di berbagai negara.

Sekretaris jendral Ashpurindo (Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji, Umroh dan In-Bound Indonesia) Muhammad Iqbal Muhajir menyatakan restriksi penerbangan itu mungkin masih dapat diperpanjang menjadi dua minggu. Hingga otoritas setempat melihat kepastian kabar terkait virus yang bermutasi itu dan penanganannya.

“Memang ini adalah info yang sangat mengecewakan, sebab sesudah umroh dibuka kembali pada tanggal 1 November namun peminatnya belum begitu banyak, saat ini antusias lagi di akhir Desember sebab adanya liburan, mulai ramai lagi dan ada sepercik harapan untuk membangkitkan kembali industri umroh, semuanya merasa menyesalkan, sedih ditutup sebab sudah ada jam penerbangan pada 21, 27, 28 dan 31 Desember,” ungkap Iqbal ketika dihubungi, Senin (21/12/2020).

Dikala ramai wabah pandemi COVID-19, kegiatan ibadah haji dan umroh dilarang karena khawatir menular. Namun kemudian, otoritas Arab Saudi memberikan keringanan untuk jamaah haji dari luar negeri untuk beribadah ke Mekah dan Medinah dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Yang bikin ulah pertama kali yaitu Saudi Air Lines, sebab sudah banyak yang minta dari maskapai Lion dan Citilink masuk, Garuda juga masuk sekarang sebab sudah mulai kembali normal. Sekarang ada kabar ini, kita mengharapkan dari Ashpurindo supaya ini jangan diperpanjang. Ini kan masih tentatif, semoga dalam sepekan bisa dibuka lagi, sudah banyak juga dari pihak traveler yang menghubungi saya,” tuturnya.

Para penyelenggara biro perjalanan umroh, belum berani untuk menjadwalkan ulang keberangkatan jemaah yang direncakan akan terbang ke Arab pada minggu ini, kata Iqbal. Sebab, sekarang ini masih nunggu adanya berita resmi dari Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia soal relaksasi.

“Khawatirnya dijadwalkan kembali, namun pada kenyataannya masih di larangannya perpanjangan, jadi sikap kita saat ini masih menunggu terlebih dahulu hingga ada surat resmi keluar,” katanya.

Baca Juga: Biaya Umroh 2021

“Yang pasti, maskapai penerbangan jamaah pada tanggal 21, 27, 28 dan 31 bulan 12 ini positif tertunda. Akan dijadwal kembali, hingga nanti ada surat resmi,” tegasnya menambahkan.

Kegelisahan juga tidak cuma dirasakan oleh jamaah yang akan berangkat, bahkan para agen biro perjalanan pun galau mengingat ada ratusan jamaah asal Indonesia yang saat ini masih berada di Tanah Suci.

“Jangan sampai mereka terisolasi selama sebulan di Arab, sebab jamaah ada yang gelisah, mulai cemas apakah bisa pulang atau tidak, ada yang jadwalnya pulang esok hari, lusa dan lusanya lagi. Hingga detik ini masih belum ada kepastian, saat ini kami juga sedang rutin melakukan koordinasi dengan pihak terkait, berkaitan jamaah yang di sana,” ujarnya.