20 Agustus 2021 Oleh Admin Digitren 0

Travel Haji Furoda Haji Plus Langsung Berangkat Tahun ini Tanpa Antri

Digitren.id – Alhamdulillah tahun ini aku diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Dan karena banyak banget orang-orang yang tanya tentang haji furoda, jadi sekalian saja berbagi pengalaman, dari mulai cara daftar haji, persiapan sebelum berangkat haji, aktivitas selama disana, sampai kepulangan aku kembali ke tanah air.

haji furoda

haji furoda

Berbeda dengan umroh yang kurang lebih 10 hari, ibadah haji itu memakan waktu lebih dari 10 hari. Yaitu totalnya 43 hari, termasuk waktu pulang pergi Indonesia – Arab Saudi selama 9 jam. Dan yang lebih lama lagi yaitu waktu nunggu waiting list haji. Sekarang bisa mencapai berpuluh-puluh tahun.

Sebelum masuk ke topik cara daftar haji, terlebih dahulu akan dibahas kalau haji itu dibagi menjadi dua:

  • Haji Reguler: ini adalah haji yang diselenggarakan oleh pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Agama Republik Indonesia.
  • Haji Khusus / Haji Furoda: ini yang menyelenggarakan adalah biro travel yang sudah memiliki ijin dari pemerintah.

Perbedaan haji reguler dan khusus ini banyak, dari mulai biaya, fasilitas, waktu tunggu haji sampai berapa lama stay di Arab. Tapi, inti dari kegiatan hajinya sama.

Jadi, untuk masalah syah atau tidaknya, atau mabrur atau tidak mabrurnya tidak ada bedanya (haji yang ini lebih mabrur daripada haji yang itu). Sebagai pengalaman pribadi, kemarin ikut yang regular, daftar di tahun 2013, Alhamdulillah dipanggil berangkat di tahun 2019. Waktu itu masih 6 tahun, lumayan cepet.

Sekarang bisa langsung berangkat tahun ini tanpa ngantri lagi.

Cara Daftar Haji

Pertama, kita harus ke Bank dulu, untuk buka rekening tabungan haji. Biasanya di Bank-Bank Syariah yang ada program tabungan hajinya. Setelah buka rekening, kita bisa langsung setor tunai 25 juta rupiah, atau bisa juga kita nabung dulu disitu pelan-pelan sampai terkumpul 25 juta.

Ini adalah setoran awal yang ditetapkan oleh pemerintah, atau lebih gampangnya kita sebut DP, sebagai syarat pendaftaran haji.

Lalu setelah uang kita genap 25 juta, kita mengajukan verifikasi ke pihak Bank dengan membawa dokumen. Setelah persyaratan sudah dipenuhi dan Bank sudah oke, Bank akan memberikan kita dokumen. Nah semua dokumen dari awal tadi sampai dokumen ini, itu kita masukkan satu dalam map lalu kita bawa untuk didaftarkan ke kantor Kementerian Agama di Kota/Kab sesuai domisili KTP kalian.

Sekarang daftarnya memang belom bisa online, tapi prosesnya cepat, sehari bisa selesai dan buka setiap hari kerja. Disana, petugas akan ngecek kelengkapan dokumen kita, lalu merekam sidik jari kita. Setelah selesai semua proses di Kementrian Agama, mereka akan kasih kita surat yang berisi nomer porsi.

Nah, barulah secara resmi kita masuk daftar tunggu calon jamaah haji Indonesia. Jadi, mulai masuk antrian haji itu bukan terhitung dari saat kita buka tabungan di Bank kemudian nabung pelan-pelan. Nah itu belum termasuk kita ngantri, tapi setelah kita dapat daftar ke kantor Kementrian Agama dan dapet nomer porsi yang tadi.

Nomornya jangan sampai hilang, karena nomer ini bisa kita cek secara real time kapan tahun keberangkatan kita dari website Kementrian Agama atau aplikasi Haji Pintar. Sambil nunggu antrian sekian tahun, kita tetap lanjut nabung di Bank untuk pelunasan.

Setelah ada panggilan nama kita untuk berangkat haji, baru kita lunasin biaya hajinya dan melengkapi dokumen persyaratan. Pelunasannya tergantung dari biaya haji di tahun keberangkatan kamu. Tahun ini, biayanya 35 juta, waktu itu nambah 10 juta lagi.

Itupun uangnya balik lagi ke kita, karena kita dapat uang saku sebesar atau sekitar sekian rupiah (tergantung travelnya). Jadi kita dapat cashback, nah apakah biaya 35 juta ini sudah bersih? Belum, itu belom termasuk, dari sini haji reguler dibagi lagi jadi dua. Ada jamaah haji yang berangkat secara mandiri, ada pula yang ikut yayasan.

Atau bisa disebut sebagai, perbedaan nya apa? Pertama akan dibahas dulu yang KBIH ini. Kalau kamu tergabung dalam KBIH, maka akan ada pembimbing yang mengkoordinir Jamaah bersama-sama dalam satu kelompok, mulai dari sebelum pemberangkatan, di Arab Saudi sampai kepulangan kamu ke Indonesia.

Nah kalian akan bareng-bareng terus, Pembimbing haji itu juga akan mengingatkan, mengkoordinir atau bahkan bisa mengantar Jamaah untuk mengurus persyaratan haji, seperti bikin paspor, visa, cek kesehatan sampai ibadah kamu nanti di tanah suci.

Baca juga: Persyaratan Umroh dan Dokumen Penting yang Wajib Disiapkan

Selain itu, sebelum berangkat haji, pembekalan seperti manasik atau ceramah haji juga lebih intens. Bisa seminggu sekali selama kurang lebih 2 bulan. Nah, sebaiknya kamu ikut KBIH kalau kamu : Yang pertama, kamu orang yang maunya tau beres. KBIH akan bantu kamu dalam hal mengurus persyaratan sampai mengingatkan barang apa saja yang mesti dibawa.

Kedua, kalau kamu menitipkan orang tua, orang lansia atau orang yang memiliki risiko tinggi penyakit. Disana sudah ada satu rombongan dan pembimbing yang bertanggung jawab dan sudah kita kenal juga dari sebelum berangkat. Jadi, insya Allah selama perjalanan ibadah haji, mereka lebih ada yang menjaga.

Yang ketiga, kamu naik haji sendirian, dan belum biasa pergi jauh sendiri. Kalau kamu ikut KBIH, lumayan ada teman yang sudah kamu kenal dari awal. At least, jadi merasa tidak sendirian. Nah, sekarang apa minusnya ikut KBIH? Pertama, banyak biaya tambahan.

Setiap travel mengenakan biaya tambahan yang berbeda, biasanya standartnya kisaran 3 sampai 3,5 juta. Di luar itu masih banyak lagi biaya-biaya tambahan, seperti bikin seragam bareng-bareng, dokumentasi, city tour, atau syukuran haji. Lalu yang kedua, kadang Jamaah kurang bebas menentukan kegiatan sendiri.

Biasanya jadwal perjalanan dan ibadah sudah diatur dan semuanya harus bareng-bareng terus

Tapi kembali lagi ini tergantung KBIH nya. So, tanya-tanya dulu saja referensi mana KBIH yang bagus dari orang-orang yang sudah pernah haji. Pada dasarnya, ikut KBIH ini opsional, kalau merasa kurang yakin ini worth it atau tidak, tidak ikut juga tidak jadi soal.

Haji Mandiri

Jamaah yang tidak tergabung dalam KBIH disebut dengan jamaah haji mandiri, tapi bukan berarti berangkatnya sendirian. Haji mandiri itu tetap dalam naungan Kementerian Agama. Dari segi pembekalan sebelum berangkat haji dll sudah sangat memadai. Juga bisa ikut manasik haji yang diselenggarakan di kecamatan atau kabupaten / kota sebanyak 10x pertemuan.

Sebenarnya jamaah haji yang ikut KBIH, selain mereka sudah manasik sendiri, mereka juga wajib ikut pertemuan yang 10x ini. Dan materinya sama saja diulang, kemudian di Arab juga akan dipersatukan dengan sesama jamaah mandiri lainnya. Akan dibimbing oleh ketua kloter dan petugas resmi dari Kementerian Agama.

Jadi tidak perlu khawatir disana akan bingung, sebaiknya pilih haji mandiri kalau : Yang pertama, punya banyak waktu dan energi untuk mengurus sendiri persyaratan sampai kegiatan disana.

Baca juga: Persyaratan Umroh dan Dokumen Penting yang Wajib Disiapkan

Yang kedua, kamu inisiatif untuk melakukan sendiri ibadah, dan jalan-jalan atau wisata religi sendiri. Loh, katanya sudah dalam satu rombongan juga? Biasanya, ketua kloter yang dari Kemenag ini bertugas hanya untuk membimbing ibadah wajib saja, tidak sampai ibadah sunnah, ziarah dan city tour.

Yang ketiga, kalau kamu mau hemat pengeluaran, karena ga ada biaya plus plus seperti ikut KBIH. Lumayan lah.

Uangnya bisa buat beli oleh-oleh, minusnya haji mandiri itu cuma satu, yaitu kamu harus siap waktu, energy, untuk baca-baca, tanya-tanya, atau browsing silahkan cek di internet. Apalagi kalau belum pernah naik haji sebelumnya, tapi sekarang kalian bisa baca di internet.

Itu tadi dari haji regular, makin kesini makin banyak orang yang berminat untuk mendaftar haji Furoda atau haji khusus/plus. Nah kita tahu bahwa haji plus ini biaya dan fasilitasnya juga plus. Kalau haji reguler dikelola oleh pemerintah yang sifatnya non profit dan dapat subsidi dari APBN, nah haji plus tentu berorientasi bisnis.

Biaya Haji Tanpa Antri

Haji plus ini pakai duit trus makan jatah orang-orang reguler yah? Tidak, haji plus ini punya jatahnya sendiri. Tahun 2018, dari alokasi 221.000 jamaah haji Indonesia, 92% untuk jamaah haji reguler, sedangkan sisanya 8% untuk haji plus. Nah, ternyata anggapan haji plus langsung berangkat itu sebenernya kurang tepat.

Karena ada kuotanya, jadi jamaah haji Furoda atau haji plus atau haji khusus itu ngantri juga, dan rata-rata antrian haji plus itu sekarang sudah. Tapi biro travel punya kebebasan untuk menentukan prioritas siapa jamaah haji yang mau diberangkatin duluan.

Haji Furoda

Haji Furoda

Jadi biasanya mereka membuat paket khusus yang berangkatnya lebih cepat tapi harganya lebih wow juga. Yang jelas, kalau mereka menjanjikan berangkat cepat tapi dengan harga yang relatif murah, kalian mesti hati-hati. Pokoknya, kalian harus benar-benar selektif dalam memilih biro travel haji.

Selain berdasarkan waktu tunggu berangkat, biro travel juga menyediakan paket-paket menurut berapa lama tinggal di Arab, fasilitas hotel, bahkan jumlah orang dalam satu kamar. Jadi berapa sih biaya haji plus itu ? Harganya mulai dari $15.500 (tahun 2021).

Soalnya haji Furoda ini sistem pembayarannya sama-sama, yaitu memberlakukan DP dan dilunasi nanti menjelang pembarangkatan. So, kalau 5 tahun lagi, mungkin biayanya bisa jauh lebih dari itu. Lalu, apakah sebanding dengan harganya? Kita lihat perbedaan haji plus dan haji reguler di bawah ini.

Perbedaan Haji Reguler dan Plus

Lama antrian haji Furoda 2-4 x lebih cepat dari haji reguler, namun biayanya minimal lebih mahal 4x lipat. Wah, lumayan tuh sudah naik haji sekeluarga, hehe. Untuk transport dari pesawat sampai Bus di Arab Saudi fasilitasnya sama. Tapi, ada tambahan nih.

Haji Furoda tidak mendapatkan fasilitas Shuttle Bus. Kenapa? Karena jarak dari hotel ke Masjidil Haram dibawah radius 1 km alias dekat. Hotelnya juga bintang 4 atau 5, beda dengan jamaah reguler yang hotelnya bintang 3, dan jaraknya lebih jauh. Lalu, satu kamar jamaah regular diisi 4-6 orang.

Sedangkan haji khusus max 4 orang saja. Untuk konsumsi, haji regular hanya dapat makan siang dan malam dari catering Kemenag, sementara haji Furoda dapat 3x makan dari hotel.

Nah, kemah waktu di Mina juga beda antara regular dan plus. Reguler cuma tenda standar beralaskan karpet, sedangkan haji plus dapet kasur. Hmm, asik nih tidurnya jadi nyaman. Menu konsumsi yang diperoleh sama, tapi haji plus mendapatkan tambahan makanan buffet.

Terakhir, durasi kepergian haji reguler 43 hari, sementara haji plus lebih cepet, hanya 20 sampai 25 hari saja. Nah, ini termasuk yang sering orang-orang tanyain. Ngapain saja 40 hari disana? Trus kita musti bawa apa saja untuk tinggal disana sebulan lebih?, next time kita bahas ya.