17 Agustus 2021 Oleh Admin Digitren 0

Berikut 5 Rukun Umroh, Syarat Umroh yang Wajib Dikerjakan agar Ibadah Sempurna!

Digitren.id – Rukun Umroh menjadi salah satu hal yang penting untuk kita pahami dengan baik. Karena rukun Umroh ini wajib diterapkan pada saat kita mengerjakan ibadah Umroh dan haji.

Maksud dari ibadah Umroh di sini adalah ibadah yang dikerjakan di tanah suci dan biasanya disebut dengan Ziarah. Jadi, dalam rukun Umroh itu ada beberapa hal penting yang wajib dikerjakan agar ibadah Umroh kita syah.

Rukun Umroh
Rukun Umroh

Jadi, apa saja rukun Umroh itu ? sudah penasaran kan? Yuk, langsung saja kita simak dengan baik penjelasan di bawah ini tentang syarat dan rukun Umroh, wajib Umroh, perbedaan haji dan Umroh serta 10 langkah simpel dalam mengerjakan ibadah Umroh.

Dalam mengerjakan ibadah Umroh ada rukun Umroh yang wajib dikerjakan tidak boleh ditinggalkan. Berikut urutan dari rukun Umroh yang wajib dikerjakan agar ibadah Umrohnya sempurna.

Sebelumnya, kita perlu ketahui bahwa syarat ibadah Umroh adalah hal-hal yang wajib dipenuhi oleh seorang hamba ketika mau melaksanakan ibadah Umroh.

Berikut ini syarat-syarat Umroh yang perlu kita ketahui:

1. Beragama Islam
Persyaratan ibadah Umroh yang paling penting yaitu beragama Islam. Jadi, bagi kita yang mau mengerjakan ibadah Umroh, maka wajib beragama Islam atau orang Muslim.

Maksud dari beragama Islam adalah bisa bersyahadat, intinya bagi Anda yang non Muslim tidak boleh mengerjakan ibadah Haji atau Umroh. Karena hukumnya tidak syah alias sia-sia dan tidak akan diterima oleh Allah SWT.

2. Balligh
Syarat rukun Umroh kedua: Balligh, Balligh merupakan istilah kata dalam hukum agama islam yang menampakkan bahwa seseorang itu sudah menginjak usia dewasa. Nah, usia Balligh ini biasanya ditandai dengan kedewasaan secara fisik.

Maksud secara fisik di sini adalah seperti anak laki-laki yang sudah berumur lebih dari 15 tahun, biasanya akan mengalami mimpi basah. Sedangkan wanita usia 9 tahun ke atas akan mengalami menstruasi atau haid yang juga sebagai pertanda wanita itu sudah Balligh.

3. Memiliki akal Sehat
Syarat Umroh ketiga: Orang yang memiliki akal sehat, perlu kita pahami bahwa maksud dari akal sehat di sini adalah waras atau tidak gila. Jadi, kalau ada orang yang sedang menderita gangguan jiwa tidak boleh mengerjakan ibadah Umroh walaupun orang itu terbilang orang yang mampu untuk pergi Umroh.

Jadi, intinya adalah ibadah Umroh tidak diwajibkan untuk orang yang tidak mempunyai kesadaran diri atau mengalami gangguan jiwa, harus orang yang berakal sehat.

4. Mampu Secara Materi, baik Fisik, Finansial dan Keadaan
Syarat rukun Umroh yang keempat: Mampu secara materi, fisik atau kesehatan dan finansial atau biaya yang mendukung. Nah, di sini akan dijelaskan satu persatu agar kita bisa lebih mudah dalam memahaminya.

Jadi, maksud dari mampu dalam materi adalah sudah bisa memahami materi yang ada kaitannya dengan ibadah Umroh. Seperti materi syarat Umroh, doa Umroh, rukun Umroh dan lainnya dengan baik. Biasanya calon Jamaah Umroh dibekali pelatihan sebelum ke tanah suci yang disebut sebagai Manasik, ada Manasikil Haji dan Manasik Umroh.

Sedangkan mampu secara fisik adalah sehat jasmani alias tidak sakit apalagi terpapar virus Covid. Tidak memunyai riwayat sakit yang parah, sebab kegiatan ibadah Umroh itu cukup terbilang lumayan berat dan banyak menguras tenaga, maka perlu dibutuhkan fisik yang kuat agar hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi.

Dan mampu secara finansial artinya tidak kekurangan dari segi keuangan, intinya tidak terlalu memaksakan diri sampai harus hutang uang hanya untuk pergi Umroh ke tanah suci. Sebab Umroh juga hukumnya tidak wajib, yang wajib adalah ibadah Haji dan itupun juga bagi yang sudah mampu.

5. Merdeka
Syarat Umroh yang kelima: Orang Merdeka, arti dari kata merdeka di sini yaitu orang tersebut bukan seorang Budak yang masih punya majikan. Sebab ibadah Umroh adalah ibadah yang membutuhkan waktu yang lama, namun zaman sekarang sudah tidak ada Budak.

Jadi kalau nanti tetap memaksakan seorang Budak, maka sangat ditakutkan pekerjaan yang ditinggalkannya nanti akan berantakan.

Mengetahui Rukun Umroh yang Harus Terpenuhi

Rukun Umroh merupakan aktivitas yang tidak boleh ditinggalkan oleh seseorang yang sedang mengerjakan ibadah Umroh. Sebab, jika salah satu rukun Umroh ada yang tidak dikerjakan, maka ibadahnya terbilang tidak syah dan tidak bisa diganti dengan DAM (denda) layaknya ibadah Haji.

Berikut ini akan dijelaskan tentang rukun Umroh yang harus kita ketahui, agar ibadah Umroh kita bisa berjalan dengan baik. Yuk, langsung saja kita simak dengan baik penjelasan di bawah ini.

Pengertian Manasik Umroh Lengkap Dengan Tata Cara Sesuai Sunnah

Dalam ajaran Agama Islam, mengerjakan kewajiban ibadah itu harus memperhatikan rukun. Rukun adalah hal-hal yang wajib dikerjakan oleh orang Islam saat berada dalam kegiatan beribadah. Sama dengan ibadah yang lain, untuk melaksanakan ibadah Umroh juga ada rukun Umroh yang wajib dikerjakan.

Rukun Umroh adalah rangkaian kegiatan yang dikerjakan dalam ibadah Umroh. Makna dari Umroh itu sendiri adalah kegiatan ibadah dalam Agama Islam yang dikerjakan di tanah suci Al Makkatul Mukarromah dan biasanya diartikan sebagai Ziarah.

Dalam rukun Umroh, terdapat beberapa kegiatan yang wajib dikerjakan agar ibadah Umrohnya sempurna atau syah. Berikut penjelasan tentang 5 rukun Umroh yang membuat ibadah Umroh semakin afdhol!

Baca Juga: Inilah Syarat dan Dokumen Penting untuk Umroh yang Wajib Ada

Rukun Umroh yang Benar Sesuai Dengan Tuntunan

1. Niat/Ihram
Apapun yang akan dikerjakan pasti diawali dengan niat terlebih dahulu, tak terkecuali ibadah Umroh. Dalam ibadah Umroh, niat ini diberi istilah Ihram. Orang yang akan melakukan kegiatan ibadah Umroh wajib memakai baju ihrom (tanpa jahitan) dan melafalkan niat mulai dari Miqot (titik awal mulai menjalankan Umroh).

Namun sebelum berniat, usahakan kondisi badan harus dalam keadaan suci dan bersih dari hadas, baik hadas besar maupun hadas kecil.

Nah, di sini juga akan dijelaskan bahwa hukum berniat adalah termasuk salah satu dari rukun Umroh, sedangkan berniat di Miqat hukumnya wajib. Maka siapapun yang tidak melakukan niat di Miqot maka wajib membayar DAM atau denda.

Jadi intinya, kita diharuskan berpakaian ihram terlebih dahulu. Kemudian berwudhu lalu dilanjutkan dengan membaca niat.

Dan bacaannya seperti ini “Nawaitul umrata wa ahramtu biha lilahi ta’ala”. Doa ini bisa kita hapalkan dalam waktu yang cepat, karena doanya pendek dan mudah.

2. Thawaf Baitullah
Rukun Umroh berikutnya yaitu Thawaf, Thawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka’bah atau Baitullah sebanyak tujuh kali dengan syarat-syarat tertentu seperti suci dari hadas besar, menutup aurat, niat Thawaf. Titik awal Thawaf ini dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad lagi serta disarankan untuk mengusap dan mencium Hajar Aswad pada saat melewatinya.

Jika tidak bisa mengusap dan mencium Hajar Aswad, jama’ah diberi kemurahan yaitu cukup cukup dengan hanya memberi isyaroh berupa lambaian tangan ke arah Hajar Aswad. Dan pada saat menjalankan Thawaf, usahakan untuk memperbanyak dzikir dan doa.

Saat melakukan Thawaf kita disarankan juga untuk berdzikir atau melafadzkan doa dan harapan yang akan dicapai.

Lalu sesuai dengan sunnahnya, Thawaf ini dikerjakan dengan cara ngincik atau lari-lari kecil di 3 putaran pertama dan berjalan biasa di 4 putaran terakhir. Namun jika merasa dirinya tidak mampu untuk lari-lari kecil, maka berjalan biasa pun tidak jadi masalah.

3. Sa’i
Sa’i juga merupakan Thowaf yaitu berjalan bolak-balik dari bukit Shafa menuju ke bukit Marwah. Rukun Umroh yang satu ini juga dikerjakan sebanyak tujuh kali. Kisaran jarak antara bukit Shafa dan Marwah yaitu sepanjang 405 meter (total). Tidak ada tuntunan doa yang wajib dibacakan, sehingga dalam melakukan Thowaf Sa’i kita dianjurkan untuk memperbanyak doa yang diinginkan.

Rangkaian ibadah Thowaf Sa’i ini ada sedikit sejarahnya, yaitu berasal dari kisah Ibunda Hajar saat mencarikan minum untuk Ismail saat masih kecil. Istri Nabi Ibrahim ra itu lari bolak-balik mencari air dari mata air yang saat ini dikenal dengan mata air zam-zam.

Dalam mengerjakan Thowaf Sa’i, kita tidak diharuskan dalam kondisi suci, maksudnya tidak perlu berwudhu. Jadi, untuk wanita yang sedang haid atau nifas boleh mengerjakan Thowaf Sa’i.

Pada saat mengerjakan Thowaf Sa’i boleh berhenti kalau sudah masuk waktu sholat atau terlalu lelah. Dan nanti bisa disambung kembali atau dilanjutkan lagi dari tempat pemberhentian tadi.

Dalam pelatihan Manasik, kita juga dianjurkan untuk berlatih jalan jauh terlebih dahulu. Tujuannya supaya pada saat kita berada di tanah suci sudah siap dengan berbagai rintangan yang ada.

Dan perlu diketahui juga bahwa syarat dalam rukun Thowaf Sa’i yaitu, pertama wajib dikerjakan setelah Thawaf yang sempurna dan sah, kedua bermula dari bukit Shafa dan berakhir di Marwah, dan ketiga wajib melakukan tujuh kali putaran dengan hati yang yakin.

4. Tahallul/Mencukur atau Menggunting Rambut
Rukun Umroh selanjutnya yaitu Tahallul (keluar dari ihram), Tahallul memiliki arti melepaskan diri dari larangan Ihram. Contoh dari Tahallul, yaitu memotong rambut atau mencukur rambut paling sedikit tiga helai rambut.

Kegiatan Tahallul ini dilakukan di luar Masjidil Harom di sekitar bukit Marwah. Kemudian setelah melakukan Tahallul, jama’ah bebas dari larangan ketika mengerjakan ibadah Umroh saat berpakaian ihrom. Jadi tahalul ini bisa juga diartikan sebagai hal yang dihalalkan.

Arti kata dihalalkan di sini yaitu hal-hal yang tadinya dilarang ketika ihrom, sekarang boleh dikerjakan. Seperti memotong rambut, kuku dan masih banyak lagi.

Baca juga:
Arab Tutup Bandara Internasional Akibat Covid Baru
Biaya Umroh 2021
Umroh Plus Turki
Tata Cara Umroh

Selain itu, Tahallul juga bisa dikatakan sebagai rukun Umroh yang terakhir. Dan simbolisnya dari tahalllul ini yaitu dengan memotong rambut sendiri minimal mencukur 3 helai saja.

Tahallul untuk laki-laki disarankan bercukur atau gundul, sedangkan untuk wanita cukup hanya dengan menggunting dari ujung rambut saja.

5. Tertib
Rukun Umroh yang terakhir yaitu tertib, arti dari tertib disini maksudnya bahwa para jama’ah ibadah Umroh wajib menjalankan seluruh rukun Umroh satu persatu atau sesuai urutan dan aturan yang telah ditetapkan. Yaitu mulai dari niat hingga tahallul atau menggunting rambut, jadi intinya tidak boleh di acak.

Penting diperhatikan saat melaksanakan rukun Umroh, kita tidak boleh melewatkan atau melompati rangkaian ibadah Umroh tersebut. Jika ada yang terlewat atau tidak sesuai dengan urutan, maka Umrohnya dianggap tidak syah.

Baca Juga: Persiapan Kesehatan Sebelum mengerjakan Umroh dan Haji

Wajib Umroh yang Harus Dikerjakan

Selain rukun Umroh, terdapat pula wajib Umroh yang harus dipenuhi saat sedang mengerjakan ibadah Umroh. Dan kalau kita meninggalkan wajib Umroh tersebut, maka bisa diganti dengan membayar DAM (denda).

Berikut ini wajib Umroh yang perlu kita ketahui:

1. Ihram dari miqotnya
Ihram dari miqot di sini terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

Miqot Zamani, yaitu batas waktu yang diperbolehkan untuk memulai niat (ihrom) untuk Haji. Terjadi di bulan Syawal, Dzulqa’dah dan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.

Miqot Makani, yaitu batas miqot yang ditentukan berdasarkan tempat, seperti halnya ibadah Haji.

2. Meninggalkan Larangan Ihrom
Jika melanggar larangan Ihrom, maka wajib membayar DAM atau denda. Untuk itu, usahakan tidak melanggarnya.

Berikut ini contoh larangan ihrom yang wajib kita hindari

Dilarang memotong kuku
Dilarang memakai parfum atau wangi-wangian dikain ihram
Dilarang berkata kotor atau bertengkar termasuk mengumpat
Untuk laki-laki dilarang memakai pakaian yang berjahit dan memakai topi
Dilarang motong, membunuh atau mencabut tumbuhan baik di taman dan sebagainya
Dilarang berhubungan suami istri, walaupun bermesraan itupun tidak boleh dikerjakan
Dilarang memakai kaos tangan dan penutup wajah seperti masker atau cadar (bagi wanita)
Dilarang memburu, menyakiti dan membunuh hewan kecuali hewan tersebut mengancam nyawa manusia
Untuk wanita dilarang berhias secara berlebihan, artinya berhias berlebihan seperti memakai make up yang mencolok, memakai bulu mata palsu dan lain-lain.


Perbedaan Haji dan Umroh

Perlu kita ketahui bahwa rukun haji dan Umroh memiliki rangkaian kegiatan yang berbeda. Jadi, rukun haji adalah melakukan niat ihrom, kemudian dilanjutkan dengan wukuf di Arofah, lalu Thowaf, kemudian Sa’i, setelah itu cukur atau mengunting rambut dan terakhir menertibkan lima rukun di atas.

Sedangkan rukun Umroh yaitu pertama niat ihrom, dilanjut dengan Thowaf, kemudian Sa’i, setelah itu cukur atau menggunting rambut dan menertibkan keempat rukun Umroh di atas. Jadi jelas sekali perbedaan Haji dan Umroh yaitu terletak pada wukuf di Arofah.

10 Rangkaian Mengerjakan Umroh yang Harus Terpenuhi

Berikut ini penjelasan secara ringkas tetang cara mengerjakan Umroh yang baik dan benar. Yuk, langsung saja kita simak.

  • Mandi sunnah ihrom
  • Sholat sunnah ihrom
  • Pakaian ihrom
  • Niat di Miqat
  • Talbiyah
  • Thowaf Umroh
  • Sholat sunnah Thowaf
  • Minum air Zam-Zam
  • Sa’i Umroh
  • Mencukur atau menggunting rambut

Demikian sekelumit penjelasan tentang rukun Umroh yang perlu kita pahami dengan baik. Jadi, rukun Umroh itu tidak boleh terlewatkan. Karena jika ada yang terlewat, maka ibadah Umrohnya tidak syah.

Sebelum melaksanakan ibadah Umroh, tidak ada salahnya untuk memahami lebih banyak seputar ibadah ini supaya ibadah Umroh yang dilakukan bisa diterima. Sebab, kalau salah satu rukun Umroh ditinggalkan baik dengan disengaja ataupun tidak disengaja, maka bisa membuat ibadah Umroh tersebut tidak syah.

Untuk penjelasan tentang Umroh secara lengkap bisa di download di google dalam bentuk pdf maupun word ya. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Ayo, segera tunaikan ibadah Umroh selagi ada waktu dan kesempatan! Lengkapi segala keperluan sebelum berangkat Umroh di Digitren Salam supaya ibadah Umroh jadi Barokah!