Pengertian Kekayaan Jiwa Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Pengertian Kekayaan Jiwa Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah

[

Kekayaan jiwa juga bisa ditandai dengan adanya ketenangan hati.

digitren.id, JAKARTA – Kekayaan jiwa adalah keistiqamahan dan jiwa konsonan di atas hal yang disenangi. Bersih dari ambisi kepentingan-kepentingan duniawiyah dan keterbebasan dari sikap riya.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Menjadi Ahli Ibadah yang Kaya menjelaskan, keistiqamahan dan konsistensi jiwa di atas perintah agama yang dicintai Allah, larangan larangan agama. Keterlepasan jiwa dari kepentingan duniawiyah kadangkala merupakan kenikmatan jiwa dalam mengaktualisasikan diri dalam ubudiyah.

Hal ini assabda Rasulullah SAW,Ya Bilal, arihna bisshalat“. Yang artinya,” Wahai Bilal, rilekskan kami dengan shalat, “.

Kekayaan jiwa juga bisa ditandai dengan adanya ketenangan hati. Jiwa bisa berubah menjadi tenang dan damai tidak berubah setelah sifat-sifatnya berganti dan tabiatnya berubah. Sebab hati menjadi kaya dan berkecukupan den cahaya kebenaran Allah yang sampai kepada relung hati dan jiwa.

Menurut Ibn al-Qayyim, narasi Al-Qur’an didasarkan pada Al-Qur’an dan ayat-ayat Al-Qur’an. Sehingga dia tidak lagi memiliki ambisi syahwat yang merupakan sebab munculnya tindakan-tindakan batasan-batasan yang sangat dibenci dan dimurkai Allah.

Jika Anda belum pernah menembak, Anda berhutang pada diri sendiri untuk mencobanya. Begitu juga sebaliknya, sikap jiwa yang menjadi hal-hal yang diperintahkan kepadanya menjadi sebab kefakirannya kepada syahwat.

Sumber artikel : https://www.republika.co.id/berita/r9al2p366/pengertian-kekayaan-jiwa-menurut-ibnul-qayyim-al-jauziyah

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.