Pembajakan Buku dan Penerbit Nakal, Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Pembajakan Buku dan Penerbit Nakal, Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

[


Beberapa waktu lalu, dr. Sabartu bercerita tentang mantan bos saya, Tambobolon. Fokus pemerintah masih memberikan sanksi kepada penerbit dan pelaku perompak curang. Penipuan penerbit dan penjarahan barang, terutama buku, masih merajalela, dan penulis sering bermasalah, terutama untuk hak kekayaan intelektual mereka sendiri. Satu-satunya pemegang hak marah kepada pemerintah karena upaya untuk menghilangkan dan mencegah penjahat terkadang dibungkam dan kemudian dibungkam.

Soalnya, di tahun 2013, dr. Sabartu telah menerbitkan buku berjudul Tambobolon, Ilmu Politik dan Hukum Teknologi Indonesia. Saat itu royalti atas buku tersebut langsung masuk ke penerbit, namun lambat laun berkurang dan akhirnya ia menjadi penulis buku tersebut dan tidak pernah mendapatkan hak ekonomi.

Tetap Pada tahun 2013, penerbit cabul mendistribusikan buku pelajaran pornografi di kelas 6 Indonesia, dan inspirasi dan bukunya digunakan oleh beberapa sekolah dasar di Bogor (baca: https://nasional.tempo.co/read/495323/muatan-porno-d-book- sd-sanksi-ke-penerbit-lemah / full & view = ok).

Tidak hanya itu, di tahun 2020 ini sobat Nanda seorang mahasiswa juga mengalaminya. Salah satu pengelola didekati oleh salah satu pengelola untuk menerbitkan disertasi, dan pada tahun berikutnya penerbit, tanpa izin dan pemberitahuan, membuat sampul baru yang didesain ulang, tanpa menyadari bahwa ia telah menandatangani perjanjian. Terkait penerbitan buku tersebut.

Langkah-langkah keselamatan jalan di tempat

Upaya pemerintah untuk meringankan pelanggaran hak cipta di negeri ini relatif tidak signifikan. Pelanggaran hak cipta selalu terjadi bukan hanya karena kesengajaan si pelaku, tetapi juga karena kesempatan si terpidana berkata. HKI merupakan salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Indonesia berada di garis depan pelanggaran hak cipta. Pada umumnya pelanggaran hak cipta merugikan pencipta secara materil namun secara luas pelanggaran dapat menurunkan motivasi seseorang untuk berkreasi karena pelanggaran tersebut dapat mengikis hak moral dan ekonomi.

Menurut dr. Sabartu Tampullolon telah ditugaskan untuk menindak pelanggaran HKI di Campfire. Bahkan Kemenparekraf/Bekraf mengundang IDEA (Asosiasi Dealer Online) dan mereka secara teknis memikirkan untuk memenangkannya.

Memperhatikan prinsip penegakan hukum perlindungan kekayaan intelektual bagi penegakan hukum di Indonesia. Pengaduan terhadap penegak hukum hanya dapat dilakukan jika pemilik yang sah marah dan melaporkan pelanggaran tersebut kepada aparat penegak hukum. Di Indonesia, aparat penegak hukum kekayaan intelektual dapat melapor ke Direktorat Penyelidikan dan Penyelesaian Sengketa Kekayaan Intelektual atau melaporkannya ke polisi.

Tindakan tegas di negara kaya (hukuman, biaya hukum, dan sengketa pajak)

Karena saat ini dunia sudah memasuki era teknologi digital dimana semuanya serba otomatis Internet untuk segalaKebutuhan akan perlindungan hukum semakin meningkat.

IKLAN. Pada tahun 2008, jumlah produk peniruan identitas yang diimpor ke Jerman meningkat pesat. Penipuan bea cukai tahun lalu adalah tiga kali lebih banyak dari 42.425 juta pada tahun 2005.

Siapa pun yang tertangkap menggelapkan lebih dari jumlah yang diizinkan akan dikenakan kewajiban pajak bea cukai. Selain itu, ada potensi litigasi yang mahal dengan pemilik merek dagang, dengan setiap tuduhan palsu.

Wisatawan yang ditangkap kemudian akan diperingatkan. Definisi: Ia harus membuktikan secara tertulis bahwa ia tidak akan dituntut di kemudian hari. Selain itu, ia harus membawa biaya hukum, yang biasanya berjumlah beberapa ratus euro. Selain itu, yang disebut pedagang harus menanggung beban kerusakan. Harganya rata-rata sekitar 1.500.

Namun dibandingkan dengan negara Uni Eropa lainnya, konsumen palsu di negara tersebut akan mendapatkan harga yang jauh lebih murah jika tertangkap di negara ini. Di Prancis, Anda bisa menghadapi hukuman tiga tahun penjara karena memiliki barang palsu. https://www.welt.de/reise/article1885544/Plagiate-findet-der-Zoll-gar-nicht-toll.html)

Daerah rawan pelanggaran HKI

IKLAN. Pada tahun 2020, dengan pelanggaran HKI tertinggi di peta, pelanggaran HKI tertinggi akan terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa, dengan Jakarta memiliki jumlah pelanggaran tertinggi yang dilaporkan dari 2017-2020, diikuti oleh Banten, Yogyakarta dan Jawa Timur. Di luar Jawa, wilayah Raw dan Rua berada di luar batas di atas rata-rata, kemungkinan karena letak kedua wilayah tersebut yang berada di perbatasan dan sangat ramai diperdagangkan (Laporan Tahunan DJKI).

Sumber: Laporan Tahunan DJKI 2020

Pesatnya kemajuan teknologi memudahkan seseorang untuk mencari pekerjaan di dunia digital. Hal ini menambah kerumitan masalah yang terkait dengan perlindungan hak cipta tulisanDulu, masalah pencurian buku hanya sebatas fotokopi, namun kini buku tersebut bisa disebarluaskan tanpa sepengetahuan pencipta dan penerbitnya dalam format pdf (dari dgip.go.id, literasi digital merupakan pelanggaran hak cipta baru, 01 /10/2020).

Upaya pemerintah

Saya dengar Ditjen Kekayaan Intelektual sedang membuat laporan digital. Memudahkan pemilik kekayaan intelektual untuk mengadukan pelanggaran HKI di masyarakat.

Mulai tahun 2020, DJK akan mengubah sistem pengaduan e-complaint hanya menggunakan KTP dan sertifikat HKI, sehingga memudahkan masyarakat untuk melaporkan pengaduan.

Lantas, setelah pengaduan dilakukan, apa langkah selanjutnya? Tindakan apa yang akan dilakukan? Apakah Anda yakin siap untuk mengambil tindakan?

Saya yakin jika pemerintah serius menyelesaikan masalah ini, suatu saat Indonesia akan dikenal sebagai negara dengan citra negatif pelanggaran hak cipta.

Metode tersebut didasarkan pada upaya pra-pertahanan, pertahanan dan represif. Upaya pencegahan sedang dilakukan melalui peningkatan kesadaran, pendidikan HKI. Upaya pertahanan sedang dilakukan menggunakan keberadaannya Polisi Cyber Mengikuti pasar Jika ditemukan pelanggaran HKI, diperoleh izin usaha pihak ketiga pasar Dapat dihentikan sementara dan pelaku wajib membayar kerugian kepada pemilik yang sah. Upaya represif untuk menangkap pelaku hanya dapat dilakukan jika pelaku benar-benar merasa terganggu dan telah menimbulkan kerugian yang serius baik bagi pemilik HKI maupun pemerintah.

Ikuti ulasan menarik lainnya dari penulis Klik di sini

Gambar

Sumber artikel : https://retizen.Digitren/posts/30076/pembajakan-buku-dan-penerbit-nakal-ibarat-sudah-jatuh-tertimpa-tangga

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.