Memahami Hadits Awal Ramadhan Rahmat, Pertengahan Ampunan, dan Pembebasan Neraka - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Memahami Hadits Awal Ramadhan Rahmat, Pertengahan Ampunan, dan Pembebasan Neraka

[

Hadits keutamaan Ramadhan menunjukkan tentang kedudukan bulan ini

digitren.id, JAKARTA — Sat Ramadhan umat Islam sering mendengar teks hadits yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan 10 hari pertama Ramadhan adalah rahmat, kedua magfirah (ampunan), dan pengampunan dari api neraka. Bagaimana derajat hadits ini?

Teks hadits ini, merupakan penggalan dari hadits yang cukup panjang dari Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu.

“ر رمضان أوَّله رحمة ن النار” (Bulan Ramadhan asalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirannya adalah dari api neraka. ”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibn Khuzaimah dalam kitab Shahih-nya, Ibn Syahin Fadhil Ramadhan, putra Imam Al Baihaqi dalam kitab Asy-Syu’ab dan dalam Fadhail Al-Awqat.

Menurut Wakil Ketua MUI, KH Jeje Zanudin, berbagi 10 cerita dan hadisnya lemah.

“Afwan yang saya ketahui. Pembagian Ramadhan 10 pertama, 10 kedua, dan 10 ketiga Haditsnya Dhoif,” kata KH Jeje saat diminta penjelasannya tentang 10 hari pertama dan terakhir Ramadhan, Kamis (7/4/2022).

Sehingga pembagian itu, kata Kiai Jeje, banyak yang menilainya sebitsai memiliki kelemahan yang tidak bisa dijadikan rujukan keyakinan kebenarannya dari Nabi SAW.

Terlepas dari penilaiannya hadits tentang pembagian Ramadhan menjadi awal yang rahmat, pertengahannya magfirah, dan akhirnya dari neraka, yang jelas bahwa sepanjang Ramadhan adalah rahmat, magfirah dan belajar dari neraka.

Kiai Jeje menegeta keterangan-keterangan seputar keistimewaan bulan Ramadhan untuk memiliki kesamaan kualiatas sepanjang hari dan malam sepanjang bulan Ramadhan dari aspek rahmat dan ampunan Allah SWT.

keistimewaan televisi Lailatul Qadar yang ada di salah satu malam ganjil pada sepuluh malam terakhir. Karena malam itu adalah mengenang dan mengulang peristiwa sakral yaitu proses penurun Alquran ke bumi,” katanya.

Inilah Kata Wakil Ketua Umum Persis ini, yang disebutkan dalam Alquran surah Al-Qadr ayat 1-5:

ليلة ليلة لقدر لليلة لقدر اليلة لقدر الير لمملمملمر الم ل افز ل ال ال ل

“Sesungguhnya Kami menurunkan Alquran pada malam Qadar. Tahukah kamu apa malam Qadar itu? Malam Qadar itu lebih mulia dari seribu bulan. Pada malam itu para Malaikat turun dengan membawa segala perintah Tuhan. Selamat malam itu sampai terbit fajar”.

“Karena keistimewaan khusus yang ada pada Lailatul Qadar itulah maka Rasulullahpun mendorong untuk bersungguh-sungguh menyongsong malam itu secara khusus,” katanya.

Baca juga: Motif Tentara Mongol Eksekusi Khalifah Terakhir Abbasiyah bersama Dilindas Kuda

Dalam pujian memuji Lailatul Qadar itu pula maka beliau meningkatkan kesungguhan ibadahnya jika sudah masuk sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Bahkan beliau memusatkan diri berkonsentrasi beribadah di sepuluh hari terakhir tersebut dengan melaksanakan i’tikaf di dalam masjid.

“Saya ingin mengirimkan kutipan tentang masalah ibadah dan ibadah, saya ingin meminta Anda untuk mengirim saya email dan saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda,” katanya.

Sumber artikel : https://www.republika.co.id/berita/r9y98c320/memahami-hadits-awal-ramadhan-rahmat-pertengahan-ampunan-dan-pembebasan-neraka

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.