13 Agustus 2021 Oleh Admin Digitren 0

Korban Virus Corona Semakin Bertambah Termasuk Indonesia

Digitren.id – Coronavirus atau bisa juga disebut virus corona adalah salah satu keluarga besar virus yang dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan yang paling atas, baik ringan sampai sedang, seperti halnya pada penyakit flu. Bahkan sudah banyak orang yang terkena infeksi virus tersebut, sedikitnya satu kali dalam seumur hidupnya. Bahkan ada beberapa jenis dari virus corona yang juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius lagi, Seperti:

  • Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).
  • Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
  • Pneumonia.
virus corona

virus corona

SARS yang telah muncul pada bulan november 2002 tepatnya di Tiongkok, bahkan sudah banyak menyebar luas ke beberapa negara lain yang dimulai dari Hongkong hingga ke Vietnam, serta Singapura bahkan di Indonesia, juga ada juga Malaysia, serta Inggris, kemudian Italia, juga Swedia, Swiss dan Rusia, bahkan hingga sampai di Amerika Serikat. Epidemi SARS yang tercatat hingga berakhir di pertengahan 2003 ini menjalari kurang lebih dari 8.098 jiwa, terdapat di berbagai negara. Paling sedikit sekitar 774 jiwa, sudah dapat dipastikan menghilanganya nyawa yang di akibatkan adanya penyakit dari kontaminasi saluran pernapasan yang berat tersebut.

Baca juga: 29 Manfaat Algae Spirulina untuk Kesehatan

Bahkan sampai detik ini telah terdapat 7 coronavirus (HCoVs) yang telah terdaftar, yakni: HCoV-229E, serta HCoV-OC43, bahkan HCoV-NL63, dan juga HCoV-HKU1 SARS-COV (yang telah menjadi menyebab sindrom pada pernapasan yang akut). MERS-COV (sindrom pada pernapasan di Timur Tengah), pada tahun 2019 han CoV juga dikenal sebagai penyebab dari novel Coronavirus (yang mengakibatkan adanya wabah pneumonia di kota Wuhan, serta Tiongkok pada bulan desember 2019, dan telah menyebar luas ke negara-negara lain, sampai saat ini hingga masuk pada bulan januari 2020.

Faktor-faktor Terkena Virus Korona

Bagi siapa pun dapat terkena infeksi dari virus corona, bahkan tidak sedikit anak-anak kecil dan anak bayi sekalipun yang terkena virus corona, dan juga orang-orang yang mempunyai kekebalan tubuh yang cukup lemah dan bahkan lebih rentan terhadap serangan dari virus ini. Selain itu juga, cuaca atau bisa juga musim yang mungkin jadi pengaruh. Misalnya, di negara Amerika Serikat, terkontaminasi dengan virus corona sangatlah lebih umum terjadi pada saat musim gugur serta musim dingin seperti ini. Selain itu juga, seseorang yang bertempat tinggal atau mengunjungi ke tempat atau daerah bahkan ke negara yang telah rawan virus corona, juga dapat berakibat terserangnya penyakit ini. Contohnya, mengunjungi negara Tiongkok, yang lebih utama lagi kota Wuhan, yang sudah pernah menjadi wabah 2019-nCoV pada bulan desember 2019 hingga sampai bulan januari 2020 ini.

Penyebab dari Infeksi Coronavirus

Infeksi coronavirus yang menjadi penyebab yaitu virus corona itu sendiri, mayoritas penyebaranya seperti halnya virus-virus lain pada umumnya, misalnya:
1. Dari percikan air liur yang sedang menderita gejala (bersin-bersin serta bantuk).
2. Jika bersentuhan tangan juga wajah pada seseorang yang terinfeksi virus corona.
3. Apabila menyentuh mata atau hidung, bahkan juga mulut sesudah menyentuh barang yang telah terkena percikan dari air liurnya orang yang sedang mengidap virus corona.
4. Segeralah periksa apabila terlihat bercak atau kotoran yang menempel jika terjadi keanehan.

Novel coronavirus dan 2019-nCoV pada saat penetasan dari viruscorona masih belum dapat diketahui dengan pasti. Rata-rata penyebab yang dapat di timbulkan setelah 2 sampai 14 harian setelah virus yang pertama kali masuk ke dalam tubuh mereka. Selain itu, cara penjangkitan dari 2019-nCoV belum juga dapat di pastikan, asalnya mulanya virus corona yang berjenis 2019-nCoV yang diduga kuat bersumber dari hewan. Virus corona 2019-nCoV melahirkan virus yang telah meyebar luas pada sejumlah hewan termasuk hewan unta, kucing, dan bahkan kelelawar. Sebetulnya virus ini jarang sekali berkembang serta berinfeksi pada manusia dan meluas ke pribadi manusia yang lainnya. Bahkan, kasus yang ada di Tiongkok untuk saat ini merupakan bukti nyata dari virus ini, bahkan dapat meluas melalui hewan hingga pada manusia. Untuk saat ini penyebaranya bisa juga dari manusia ke manusia pula.

Gejala terjadinya infeksi Coronavirus

Virus corona dapat juga menyebabkan berbagai macam gejala yang dapat timbul pada penderitanya itu sendiri. Gejala-gejala yang dapat timbul yaitu tergantung pada jenis dan macam virus corona yang menjangkiti, serta seberapa bahayanya kontaminasi yang telah terjadi. Ada macam-macam jenis untuk gejala virus corona yang bisa dikatakan ringan adalah: hidung meler / pilek, kepala terasa sakit, berasa batuk, tenggorokan terasa sakit, serta terasa demam, dan badan terasa tidak enak.

Baca juga: Tips Jaga Diri dan Makanan Sehat Saat Musim Hujan

Ada beberapa hal yang harus dijelaskan, beragai macam jenis virus corona yang dapat berdampak dari gejala yang parah. Bahayanya pada orang tersebut dapat berubah menjadi sesak napas serta radang paru-paru (yang diakibatkan oleh virus corona 2019-nCoV), sebagai penyebab gejala misalnya: mengalami demam yang bahkan cukup tinggi jika penderita mengalami radang paru-paru serta mengalami batuk yang disertai lendir, bahkan sesak napas juga merasakan nyeri di dada dan juga sesak / susah saat bernapas dan batuk. Peradangan akan dapat bertambah parah apabila menyerang golongan manusia tertentu. Misalnya dengan orang yang memiliki penyakit jantung atau bahkan paru-paru, serta orang yang memiliki sistem kekebalan daya tahan tubuh yang lemah, bisa juga pada bayi atau juga lansia.

Penelitian / diagnosis penjangkit Coronavirus, yaitu:

Di dalam penelitian penjangkit dari virus corona, Dokter akan memulai dengan mengambil atau dengan interview medis. Disini Dokter akan tanya jawab tentang seputar gejala atau penyebab serta keluhan yang diderita oleh pasien. Bukan itu saja, Dokter juga akan melaksanakan serta meneliti kondisi tubuh pasien, memeriksa darahnya pasien dan juga membantu membenarkan pada pemeriksaan. Justru Dokter juga akan melakukan tes dahak, membersihkan sampel dahak yang ada pada tenggorokan, dan yang ada kaitanya dengan pernapasan pada pasien yang lain. Bahkan kasus yang diduga terkontaminasi novel coronavirus, dokter akan melaksanakan Swab tenggorokan, DPL, fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.

virus corona

virus corona

Problem pada kontaminasi dengan Coronavirus

Virus corona yang menjadi penyebab adanya penyakit SARS biasanya muncul penyakit pneumonia, serta bermasalah pada ganguan pernapasan yang parah jika tidak segera dibasmi dengan cepat, tuntas dan tepat sasaran. Bahkan SARS juga dapat menimbulkan kegagalan di dalam pernapasan, serta penyakit gagal jantung, penyakit hati bahkan dapat metimbulkan kematian. Bahkan hampir mirip dengan SARS, coronavirus juga dapat menyebabkan kasus yang cukup serius. Pejangkit virus ini dapat pula menimbulkan pneumonia, serta sindrom pada pernapasan yang akut, bisa juga penyebabkan gagal ginjal, dan bahkan kematian sekalipun.

Penyembuhan pada kontaminasi Coronavirus

Tidaklah perlu adanya penjagaan khusus untuk menangulangi pejangkit yang disebabkan virus corona. Pada dasarnya penderita akan merasakan pulih kembali dengan sendirinya. Akan tetapi ada berbagai cara yang dapat digunakan untuk meredakan dari gejala adanya kontaminasi virus corona. Misalnya :

  1. Mengkonsumsi obat-obatan yang telah terjual bebas agar dapat meredakan rasa sakit, serta demam, dan batuk. Akan tetapi janganlah berikan obat sejenis aspirin pada anak-anak. Janganlah memberikan obat batuk pada anak yang di bawah umur empat tahun.
  2. Pakailah pelembap pada ruangan, bisa juga anda mandi mengunakan air panas agar membantu meredakan sakit pada tenggorokan serta batuk.
  3. Perbanyaklah waktu yang cukup untuk beristirahat.
  4. Memperbanyaklah mengkonsumsi asupan cairan untuk tubuh.
  5. Apabila anda merasakan kewaspadaan dengan timbulnya gejala yang anda derita, bergegaslah menghubungi layanan yang menyediakan keluhan kesehatan terdekat anda.

Baca juga: 8 Makanan Super untuk Kesehatan

Khususnya bagi penderita virus corona yang menjadikan penyakit serius, misalnya SARS, dan MERS, serta terkontaminasi dengan coronavirus, cara mengobatinya yang akan disesuaikan dengan penyakit yang diderita dan memeriksa kondisi tubuh pasien. Kalau pasien menderita dan terkontaminasi dengan coronavirus, Dokter pun akan segera merujuk ke RS rujukan yang sudah dipilih oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) setempat. Dan jika tidak bisa dirujuk sebab memiliki berbagai macam alasan, Dokter akan segera melaksanakan : Pemisahan pada pasien, serta berurutan pada foto toraks yang telah disamakan dengan gejalanya, dengan terapi pada orang yang memiliki gejala, dengan terapi cairan, Ventilator mekanik (apabila mengalami gagal napas), bahkan ada pula yang disertai kontaminasi pada bakteri, serta dapat juga diberikan antibiotik.

Pencegahan terhadap kontaminasi pada penderita Coronavirus

Hingga saat ini belum juga ditemukan adanya penangulangan dari bibit penyakit yang disebabkan oleh kontaminasi dari virus corona. Bahkan setidaknya ada berbagai macam cara yang dapat dibuat agar dapat menurunkan pada risiko mewabahnya virus ini. Contoh upaya yang dapat dilakukan yaitu:

  • Sering membersihkan tangan dengan mengunakan sabun atau sejenis antiseptik dengan air bersih selama kurang lebih 20 detik sampai bersih.
  • Menjauhi atau bersentuhan dengan wajah, bahkan hidung, dan mulut sekalipun di saat tangan anda dalam keadaan kotor atau belum dibersihkan.
  • Jauhilah bebicara langsung atau bahkan berdampingan dengan seseorang yang sedang menderita sakit.
  • Jauhilah memegang hewan bahkan unggas yang mana unggas tersebut masih liar.
  • Mencuci serta membersihkanlah pada peralatan benda-benda yang sering anda pakai.
  • Tutupilah hidung serta mulut anda dengan mengunakan tisu disaat anda bersin dan batuk. Lalu , buanglah tisu dan cuci tangan anda sampai bersih.
  • Lebih baik anda jangan keluar rumah apabila dalam keadaan sakit.
  • Pergunakanlah masker dan cepat-cepat berobat ke sarana kesehatan disaat anda menderita gejala penyakit pada saluran pernapasan.

Kapan waktunya harus periksa ke Dokter?

Apabila ada gejala yang disebabkan karena adanya kontaminasi virus corona yang tak kunjung membaik, juga di dalam hitungan hari, bahkan penyebabnya semakin bertambah maka cepat-cepatlah mengambil tindakan untuk bertemu dengan Dokter agar segera ditanggulangi dengan cepat dan tepat. Pemeriksaan dan penanggulangan yang cepat juga tepat, dapat menambah peluang usaha untuk sembuh dari kontaminasi virus tersebut. Cegah virus korona dengan produk Spirulina Neoalgae.