Kenali Lebih Mengenai Obligasi Syariah - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Kenali Lebih Mengenai Obligasi Syariah

[


Pasar modal syariah sedang booming dan memiliki banyak penggemar dari berbagai klub. Tampaknya banyak peminat pasar modal berbasis Syariah dalam beberapa tahun terakhir, antara lain Asuransi Syariah, Obligasi Syariah, Dana Syariah, dan transaksi Syariah lainnya.

Transaksi berbasis syariah memiliki banyak pengagum karena menggunakan prinsip-prinsip Islam yang dapat meyakinkan masyarakat bahwa riba atau transaksi terlarang lainnya tidak ada gunanya.

Contoh instrumen pasar modal syariah adalah obligasi syariah atau biasa disebut sukuk. Seperti biasa, obligasi dengan instrumen syariah bisa diterbitkan langsung oleh pemerintah atau korporasi tertentu.

Dalam praktiknya, obligasi Syariah tidak boleh bertentangan atau bertentangan dengan prinsip atau aturan Syariah dalam Islam dan harus didasarkan pada aturan yang ditentukan.

Dengan semakin berkembangnya Pasar Modal Syariah di Indonesia, mari kita lihat jenis dan fitur yang dapat Anda gunakan jika ingin bertransaksi di instrumen obligasi syariah.

Jenis pertama adalah Sukuk Ijarah dan tidak ada transaksi real estate dalam Sukuk Ijarah ini.

Selanjutnya adalah Sukuk Musarakkah, yaitu suatu perjanjian atau akad antara dua pihak atau lebih dalam transaksi Sukuk Musarakkah apabila para pihak tersebut dipersatukan oleh modal. Keuntungan dan kerugian yang timbul berdasarkan kontrak ini menjadi tanggungan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan syarat-syarat perjanjian.

Lalu ada Istish dan Sukuk. Dimana Harta dan Sukuk ini diberikan sesuai dengan kesepakatan atau kontrak para pihak yang terlibat dalam jual beli barang untuk pembiayaan barang tersebut. Besarnya pembiayaan dan rincian lainnya dalam transaksi akan ditentukan terlebih dahulu sesuai kesepakatan.

Yang terakhir adalah Sukuk Mudharabah. Sukuk Mudharabah didasarkan pada kesepakatan dalam bentuk kerjasama. Ada satu pihak yang memberikan modal (biasa disebut Shahibul Ma’al) dan pihak lain memberikan kekuasaan (atau biasa disebut Mudharib). Aspek lain dari akad mudharabah ini adalah jika terjadi kerugian maka kerugian tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemilik modal (Shahibul Ma’al) dan jika ada keuntungan, maka keuntungan tersebut dibagi sesuai dengan aslinya. Kesepakatan badan terkait.

Berdasarkan hal di atas, Anda tidak perlu khawatir tentang jenis atau peralatan yang Anda gunakan jika Anda ingin berdagang di bawah kewajiban Syariah.

Ikuti ulasan menarik lainnya dari penulis Klik di sini

Gambar

Sumber artikel : https://retizen.Digitren/posts/29497/kenali-lebih-mengenai-obligasi-syariah

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.