Karamah Terbesar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Ternyata Sederhana - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Karamah Terbesar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Ternyata Sederhana

[

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani membuat keputusan untuk berubah pikiran

Oleh: Ustadz Yendri Junaidi Lc MA, dosen STIT Diniyyah Puteri Padang Panjang, alumni Al-Azhar Mesir

digitren.id, JAKARTA— Syekh Abdul Qadir Al-Jailani merupakan salah satu tokoh mistik Sunni yang banyak menjadi rujukan dunia tasawuf.

Dalam lembaran sejarah Islam, set abad kita akan menemukan tokoh besar yang mendapatkan status mujaddid. Ini sesuai dengan hadul Rasul yang menyatakan bahwa setiap 100 tahun, Allah akan mengirimkan pembaru di kalangan umat Islam (Nama Abu Dawud, volume II: 424).

Jika mujaddid Islam pada abad ke-11 M/5 H adalah Imam al-Ghazali dan mendapat julukan hujjatul islam karena keberhasilannya menggabungkan syariat dan tarekat secara teoritis, mutiara sejarah abad ke-12 M / 6 H seorang seorang ulama yang berhasil memadukan antara syariat dan sufisme secara praktis-aplikatif. Karena itu, dia mendapat julukan quthubul auliya’ serta ghautsul a’dzam, orang suci terbesar dalam Islam. Dia adalah Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Selama hidupnya, Syekh Abdul Qadir al-Jailani dikenal memiliki banyak karomah. Syekh Mikhlaf al-‘Aliy melaporkan, suatu ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani berkata di depan murid-muridnya, “Hari Jumat besok aku akan mengerjakan pada kalian karomah terbesarku.”

Tentu saja berita ini segera menyebar ke seluruh muridnya dan masyarakat luas. Mereka sangat penasaran menyaksikan langsung apa karamah terbesar yang dimiliki Syekh Abdul Qadir yang sangat tahu cara mengucapkan wali dikuniai banyak sekali karomah.

Hari jumat pun tiba. Masyarakat berbondong-bondong datang ke masjid. Ini karena fakta bahwa ini adalah satu-satunya tempat di mana Anda dapat melihat Jumat, dan Anda juga dapat mengetahui apakah Anda ingin mengenal Syekh Abdul Qadir.

Setelah selesai ibadah Jumat, Syekh Abdul Qadir naik mimbar. Dia bertanya pada semua yang hadir, “Apakah kalian sudah melihat karomahku?” Mereka menjawab, “Kami tidak melihat apapun.”

Beliau berkata, “Sekarang saya ingin bertanya pada kalian, dan tolong jawab dengan jujur. silakan isi alamat email sholat fardhu?” Mereka menjawab, “Tidak pernah.”

“Pernahkah kali melihatku meninggalkan puasa Ramadhan?” “Tidak. “Pernahkah melihatku berbohong? apakah kalian melihatku mengambil hak orang lain? apa kalian melihatku bergunjing?” “Tidak.”

“Apakah sholat yang saya kerjakan berbeda dengan sholat yang Rasulullah untuk apa?” “Tidak”.

“Apakah khutbahku berbeda dengan khutbah Rosulullah?” “Tidak.” “Itulah sesungguhnya karomah terbesarku yaitu istiqamah.”

الاستقامة كرامة “Istiqamah adalah karomah terbesar.”

Jangan sibukkan diri untuk mendapatkan berbagai karomah lahiriah, Sibukkanlah diri Anda dengan meraih karamah batin yaitu istiqamah.

الَ الْكَرَامَةِ الْكَرَامَةِ

احْذَرُوا الشَّهْوَة الْخَفِيَّةَ الْعِبَادَةِ “Waspadai syahwat terselubung dalam beribadah.”

الله الى لم

Sumber artikel : https://www.republika.co.id/berita/r9asgc320/karamah-terbesar-syekh-abdul-qadir-aljailani-ternyata-sederhana

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.