Beranda » Travel News » Indonesia Ecofest 2021 Suguhkan Ekowisata Gaya Wisata Baru Pascapandemi

Digitren, Jakarta – Pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terpengaruh di Indonesia selama pandemi Covid-19. Data BPS (2021) menunjukkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara menurun drastis.

Jumlah wisman yang masuk ke Indonesia pada tahun 2020 turun sebesar 4,02 juta sebesar 75,03 persen. Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Akses dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Inovasi Ekonomi mengatakan, jumlah wisatawan nusantara mengalami penurunan sebesar 61 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Indonesia Ecofest 2021 Suguhkan Ekowisata Gaya Wisata Baru Pascapandemi

Suasana Air Terjun Garut yang berada di Ekowisata Tangkahan, Langkat, Sumatera Utara, Senin(12/6/2017). Ekowisata Tangkahan merupakan wisata adventure dengan beragam aktivitas seperti tracking gajah, memandikan gajah, river tubing, dan melihat air terjun. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Meski sempat bergejolak, kabar baiknya banyak yang memprediksi sektor pariwisata secara bertahap akan kembali menggairahkan. Apalagi setelah pemerintah fokus pada program imunisasi nasional.

Baca juga: Kemenparekraf Sosialisasikan Aplikasi BPUP untuk Pelaku Wisata

Pariwisata Indonesia diharapkan kembali membaik pada semester II tahun 2021.

Namun, pelaku di sektor pariwisata perlu bersiap untuk beradaptasi dengan pengalaman baru, karena orang lebih dulu melihat penampilan pertama yang sehat daripada keselamatan.

Aspek ini memperkuat konsep ekowisata yang diharapkan menjadi dasar, solusi dan inti kebangkitan pariwisata nasional.

Baca juga: Gulai Kering Curi Perhatian di Ajang Apresiasi Kreasi Indonesia 2021

Selain menikmati keindahan alam terbuka di antara beberapa wisatawan, ekowisata mempromosikan tanggung jawab wisatawan untuk menjaga keseimbangan ekologi, sosial budaya dan ekonomi masyarakat lokal.

Salah satu alasan Ecofest Festival online edisi kedua adalah Kidad Media Critif, yang membahas bagaimana ekowisata dipraktikkan setelah pandemi dan prinsip-prinsip ekowisata yang perlu diadaptasi oleh pengusaha pariwisata dengan pengalaman baru. 27-28 Oktober 2021.

“Kami mendorong Ecofest untuk terus hadir secara online karena masih banyak peserta yang berharap acara ini dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengedukasi calon wisatawan dan mempromosikan destinasi ekowisata,” kata Diane Siah, direktur Kiaad Creative Media. Selasa (26/10/2021).

Dengan mengusung tema “New Ecotourism from Post-Pandemi Tourism”, Ecofest 2021 bertujuan untuk lebih membekali dan mendidik para pelaku ekowisata untuk mengimplementasikan fasilitas dan mengimplementasikan jasa alam serta melibatkan masyarakat lokal dalam ekowisata selama pandemi.

Menurut Diane, permintaan akan ekowisata semakin meningkat, namun tidak sepadat wisata umum dan tidak terintegrasi dengan alam dan budaya lokal serta tidak berhati-hati dalam menjaga alam, sehingga diperlukan informasi lebih lanjut mengenai destinasi ekowisata.

Selain itu, pengetahuan tentang praktik dan konsep ekowisata yang tepat diperlukan untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.

Baca juga: Selama 2 Tahun, Airasia Super App Berhasil Jual Tiket Ke 700 Maskapai Dengan 3.000 Destinasi

Pendiri dan editor Indonesian Ecofest 2021, Kiad Media Critif berharap acara kedua ini menjadi ajang kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penggerak ekowisata, termasuk Kementerian Pariwisata dan Inovasi Ekonomi dan Kementerian terkait.

Selama dua hari, Ecofest 2021 akan menampilkan rangkaian acara antara lain talk show, pameran online, virtual tour, dan atraksi wisata yang mempertemukan penjual dan pembeli lokal dan asing.

“Kami mengundang pembeli ke seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Indonesia, termasuk anggota asosiasi perjalanan, operator, investor di sektor pariwisata, lembaga keuangan, banyak pembeli internasional, dan online,” kata Diane.

Acara tersebut dihadiri oleh Disbudpar Regis Banyuwangi, Regis Natuna, Humangang Hasundutan, Kota Singingwang, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Gunung Seremai dan DWW ulu Danu Berantan.

Selain itu, Kementerian Pariwisata dan Inovasi telah mendapatkan penghargaan sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik pilihan Kementerian Pariwisata dan Inovasi Ekonomi, Desa Wisata Gegesik Kulon. Wisata, Desa Wisata Dewi Tinalah dan Desa Wisata Ngil Gof.

Alexander Ryan, Direktur Pariwisata Berkebutuhan Khusus, diharapkan dapat memastikan pariwisata ekofest Indonesia 2021 dan kegiatan ekonomi inovatif tetap mengikuti protokol kesehatan.

Ecofest berharap salah satu ekonomi unggulan Indonesia ini bisa menjadi katalisator bagi perkembangan pariwisata nasional.

Baca juga: Kunjungan ke Kebun Buah Mangunan dibuka Lagi, Anda Bisa Melihat Negeri di Atas Awan

“Indonesia memiliki potensi ekowisata yang sangat baik dan perlu kita kembangkan. Penyelenggaraan acara ini secara online akan membantu wisatawan lokal dan asing dengan mudah terhubung dengan berbagai kemampuan ekowisata di tanah air dan dunia digital.

Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mendigitalkan pariwisata agar pengelola peralatan pariwisata di berbagai destinasi dapat menggunakan teknologi digital untuk mengefektifkan operasional,” ujarnya.


Sumber : tribunnews.com/travel

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.