Hukum Pengakuan dari Orang yang Belum Baligh - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Hukum Pengakuan dari Orang yang Belum Baligh

[

Orang yang belum dewasa dalam hukum Islam memiliki akibat hukum.

Digitren, Jakarta – Hukum Islam, Remaja dan Belum remaja miliknya sendiri Efek hukum Lain halnya dengan ibadah atau pemasaran. Termasuk mengaku pada anak di bawah umur.

Imam Sifi dalam kitabnya Tawas Jika dalam surat wasiat disebutkan bahwa pewaris adalah laki-laki, perempuan yang tidak mengalami mimpi basah, perempuan yang belum haid, atau perempuan di bawah umur 15 tahun, atau orang yang berumur di bawah 15 tahun, maka Tuhan Yang Mahakuasa kemudian akan jatuh.

Hal ini karena Allah (SWT) menunjukkan segala macam perintah dan larangan dari putusan hanya kepada mereka yang dewasa dan berakal. Menurut Imam Seifie, dia tidak melihat komitmen dalam hal ini.

Ketika datang ke masa remaja, itu adalah pernyataan yang diterima oleh orang yang mengatakan itu dapat diterima. Jika dibantah oleh penggugat, penggugat harus memberikan bukti.

Sementara itu, Kunsta Musikil (laki-laki berpenis ganda dan sulit dikenali jenis kelaminnya) mungkin pernah bermimpi membuat wasiat, tetapi wasiat itu untuk orang yang berusia di bawah 15 tahun.

Jika dia sedang menstruasi, dia tidak boleh disertifikasi sampai dia berusia 15 tahun, ketika dia adalah seorang musisi. Hal yang sama berlaku untuk menstruasi dan dia tidak pernah mengalami mimpi basah.

Oleh karena itu, wasiat Konsta Musikil tidak sah sampai berusia 15 tahun. Semua ketentuan ini berlaku sama untuk orang bebas dan budak.

Sumber artikel : https://www.republika.co.id/berita/r62626366/hukum-pengakuan-dari-orang-yang-belum-baligh

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.