Hukum Menambahkan Bacaan di Sela-Sela Sholat Tarawih - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Hukum Menambahkan Bacaan di Sela-Sela Sholat Tarawih

[

Singkirkan bacaan yang populer tentang sela-sela sholat Tarawih

digitren.id, – Ketika sholat tarawih, selain sholat juga diselingi dengan sela-selanya. doa dan dzikir.

Mengutip buku”Qiyamullail dan Ramadhan” karya Isnan Ansory dapat diunduh atau diunduh dari situs ini atau kapan saja. sholat tarawih sebenarnya tidak memiliki contoh langsung sunnah dari Rasulullah SAW.

Baik wirid itu dalam bentuk doa, zikir, atau syair-syair yang biasa dilantunkan para jamaah. Sehingga bilai adanya perbedaan bacaan antara jama’ah sholat tarawih karena memang tidak ada dasarnya, sehingga masing-masing penyelenggara sholat tarawih berimprovisasi sendiri-sendiri.

kadang-kadang mereka meniru-ucapan dari tempat lain yang mereka sendiri tidak tahu dasarnya.

Meski demikian, mereka juga berargumentasi atas keabsahan zikir ini dengan keumuman hadits yang melarang menyambungkan antara doa secara langsung, kecuali dengan terpisah terlebih dahulu oleh ucapan tertentu.

افع : له لى السائب – ابن غمر – له اوية الصلاة, ال: , ليت الجمعة ال, لما لم الام: ل الجمعة ال, لما لم الام ا لما لت ا ليت الجمعة الا لها لاة لم ل الله, لى الله ليه لم, ا ل ، ا

Dari Nafi ‘bin Jubair, Bahwa ia mengutusnya kepada Sa’ib putra saudara perempuan Namir untuk menanyakan sesuatu yang pernah dilihat oleh Mu’awiyah dalam sholat, maka Sa’ib berkata, “Benar aku pernah Jum’at bersama Mu’awiyah di dalam Maqshurah (suatu ruangan yang dibangun di dalam masjid).

Setelah imam salam aku berdiri di tempatku kemudian aku menunaikan sholat sunnah. Ketika Mu’awiyah masuk, dia mengutus seseorang kepadaku dan utusan itu mengatakan, ‘Jangan kamu ulangi perbuatanmu tadi.

Jika Anda belum pernah ke masjid pada hari Jumat, jangan lewatkan sunnah sebelum atau berbicara-Reseangang atau sebelum Anda keluar dari masjid. Karena Rasulullah memerintahkan hal itu ke pada kita yaitu Janganlah suatu sholat disambung dengan sholat lain, kecuali setelah kita mengucapkan kata atau keluar dari Masjid.” (HR Muslim).

Meski demikian, tidak sedikit yang menilai bahwa perbuatan ini termasuk bidah. Namun, tentu bidah dalam fiqih tidak dihukumi haram, selama tidak ada unsur yang bertentangan dengan syariah.

Begitu pula tidak bisa dianggap wajib untuk dilakukan, sebab mewajibkan suatu perbuatan diperlukan adanya dalil yang pasti. Maka Anda akan dapat memanfaatkan masang masalah ini dengan sebaik-baiknya.

Karena tidak mendasar praktiknya secara langsung kepada Rasulullah SAW, hal ini membuat para ulama berbeda pendapat dalam menghukumnya. Sayangnya, praktik ini belum mampu mendukung anak berusia tiga tahun yang telah bekerja keras untuk meningkatkan kualitas hidup. tentu dengan menghargai perbedaan ini, merupakan sikap yang terbaik.

Sumber artikel : https://www.republika.co.id/berita/r9nznb320/hukum-menambahkan-bacaan-di-selasela-sholat-tarawih

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.