Geliat UMKM Meningkatkan Omset Penjualan Jajanan Kekinian Melalui Media Sosial - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Geliat UMKM Meningkatkan Omset Penjualan Jajanan Kekinian Melalui Media Sosial

[


Media sosial terdiri dari dua kata yaitu media dan sosial. Media adalah alat untuk berkomunikasi. Sosial artinya setiap orang berinteraksi dengan orang lain. Dapat diartikan sebagai media yang digunakan oleh pengguna media sosial untuk mengirim pesan, bertanya, memberikan informasi, dan terhubung dengan teman, keluarga, dan kerabat. Komunikasi dengan media sosial dapat dilakukan dari jarak jauh dan tanpa batas antara ruang dan waktu. Berbagai platform media sosial adalah Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, dan lainnya.

Kemajuan teknologi telah memudahkan kita dalam melakukan tugas komunikasi di media sosial. Selain digunakan sebagai alat komunikasi, media sosial juga dapat digunakan untuk bisnis online. Hal ini terlihat dari banyaknya toko online di media sosial. Bisnis online dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kita hanya bisa membeli apa yang kita inginkan dengan smartphone dan jaringan yang memadai. Kita bisa memesan barang yang kita butuhkan di aplikasi belanja online kita tanpa harus keluar rumah.

Namun, epidemi Covenant-19, yang berlangsung selama sekitar satu tahun, menghancurkan perekonomian. Banyak yang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian mereka. Banyak yang beralih ke pengecer online dan berdagang di jejaring sosial. Melakukan bisnis online merupakan peluang bagi orang untuk mencari nafkah. Di media sosial, orang bisa berjualan tanpa membuka tenda atau berdiri di pinggir jalan. Cukup bagi penjual untuk memposting barang dagangannya secara teratur dan bersikap ramah kepada pelanggan yang meminta obrolan atau media sosial.

Kecepatan berjualan di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi para penjual online. Vendor perlu memiliki strategi untuk memasarkan produknya kepada konsumen. Seorang penjual harus memiliki target pemasaran karena kita pasti akan menghadapi persaingan dalam dunia bisnis. Dalam dunia bisnis, persaingan dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Oleh karena itu, kita harus secerdas mungkin untuk mengelolanya dalam bisnis. Penjual harus mampu menarik perhatian konsumen.

Peningkatan Pesanan Konsumen dan Permintaan Bisnis Pangan Mendorong usaha kecil dan menengah (UMKM) industri makanan untuk bersaing di pasar modern. Bisnis UKM dapat menghasilkan keuntungan dan dana yang unik. Sesuai sifatnya, UMK tergolong usaha kecil yang bisa dikelola dari rumah. Untuk memanfaatkan peluang bisnis di Indonesia dalam bisnis ini, harus diimbangi dengan upaya pemilik bisnis yang cerdas.

Dalam bisnis UMKM, mereka memiliki manajemen keuangan yang sederhana, terkadang keuangan pribadi dan keuangan perusahaan masih digabungkan. Dalam penjualan terkadang bisa berubah, karena tidak ada SOP yang ketat untuk mengaturnya. Kunci sukses dalam membangun bisnis makanan adalah mampu menciptakan cita rasa, pelayanan dan strategi pemasaran yang berkualitas. Bisnis rumahan ini bisa mendapatkan keuntungannya. Transaksi dalam perdagangan UMKM bisa mencapai 300 juta atau lebih tergantung jenis usahanya.

Seperti yang dilakukan oleh penjual gigitan. Pukulan : Menggigit merupakan salah satu jajanan SMA yang kini lagi ngetren dan laris manis di media sosial. Camilan ini dibuat bersama dengan tepung beras dan bahan lainnya. Pemukulan: Bitinga terlihat seperti tongkat yang panjang dan tajam. Taruhan-Pemukulan juga dikenal sebagai tongkat Mei, yang berbentuk seperti tongkat yang terbuat dari daun kelapa. Ada berbagai macam rasa yang bisa dinikmati dengan bumbu, mentega, jagung, keju, daging sapi panggang dan banyak lagi.

Berjualan menggunakan media sosial lebih efektif karena tidak memakan banyak waktu dan bekerja secara asal-asalan. Misalnya, penjual makanan ringan yang menggigit. Penjual ini memiliki strategi untuk menjual jajanan. Jajanan seukuran gigitan ini banyak dicari oleh anak muda yang suka jajan. Bahkan anak kecil dan ibu-ibu suka membeli jajanan ini.

Kita bisa mendapatkan antara 100.000 dan 250.000 dalam seminggu. Penghasilan ini tidak tersedia setiap minggu, terkadang kurang dari seratus ribu. Tidak semuanya bisa dilakukan dengan mudah selama penjualan online. Sebagai pemilik, Anda harus selalu memposting produk Anda di media sosial setiap hari. Penjualnya berjiwa sabar jadi harus selalu posting snack.

Sama seperti yang dilakukan oleh penjual makanan ringan yang menjual makanan ringan. Anda dapat memesan 10 paket dalam satu hari. Terkadang, tidak ada pesanan. Penjual gigitan tidak menjual jajanan dengan harga tinggi. Biaya gugatan mulai dari Rp. 5000 dimulai. Untuk Rp. 15.000;. Harga ini sudah termasuk harga yang lebih murah. Dapat disimpulkan bahwa ia dapat memperoleh keuntungan 500 persen atau lebih dalam seminggu.

Agaknya, keberadaan usaha kecil menengah ini akan menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi anak muda. Hanya dengan keberanian dan tekad yang kuat semua bisnis bisa menjadi kenyataan. Bisnis kecil ini dapat membuat perbedaan besar jika Anda menganggapnya serius.

Ikuti ulasan menarik lainnya dari penulis Klik di sini

Gambar

Sumber artikel : https://retizen.Digitren/posts/22002/geliat-umkm-meningkatkan-omset-penjualan-jajanan-kekinian-melalui-media-sosial

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.