Benarkah Mengedarkan Kotak Amal Saat Khutbah Merusak Nilai Sholat Jumat? - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Benarkah Mengedarkan Kotak Amal Saat Khutbah Merusak Nilai Sholat Jumat?

[

Di beberapa masjid, ada tradisi membagikan kotak amal di awal khutbah Jumat.

Digitren,

Pertanyaan:

Saya tidak menyapa Anda, dll.

Dalam surat ini saya meminta klarifikasi tentang hal-hal berikut.

Sampai hari ini, telah menjadi tradisi untuk berjalan di mana-mana di masjid-masjid Muhammad dan di masjid-masjid di luar Muhammadiyah. kotak infaq Saat khotbah dimulai (kotak dengan atau tanpa roda).

Baru-baru ini, seorang guru menyarankan bahwa mendorong kotak Infaq dapat merusak nilai shalat Jumat. Jadi nasihat ini kontroversial di antara kita. Untuk alasan ini, kami mencari klarifikasi tentang masalah-masalah berikut melalui Surah Muhammad.

Bagaimana aturan pembagian kotak infak ketika khatib naik panggung pada hari jum’at? Apakah mendorong kotak Infaq merusak nilai ibadah Jumat? Seperti yang dikatakan pengkhotbah, “Tetap diam.”

Demikian yang dapat kami sampaikan terima kasih.

Safardarnis, Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Jumat Pengadilan, Jumatats-Tsaniyah 1430 d. 29 Mei 2009).

Menjawab:

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, Anda harus mengirimkan informasi berikut.

Tentang menendang leher konferensi

Anehnya, Haji-Yonari Inlames) mengalami usia al-Fi[رواه ابن ماجه]

Artinya: “Menurut Jabir bin Abdullah, ketika Rasulullah (saw) sedang berkhotbah, begitu seseorang masuk masjid, dia menginjak-injak orang. Kemudian Rasulullah (saw) berkata: Duduklah, Anda benar-benar telah mengganggu (masyarakat lain) dan Anda terlambat. [HR. Ibnu Majah]

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Iqamah al-Shalat wa As-Sunnah Fiiha, Bab Ma’a-Afi An-Nahifi Fi Tahattin-Nas Yamal Jum’ah Kitab, dan hadits terkait yang diriwayatkan oleh An-Nasa. I, Kitab al-Jumah, Bab an-Nahyu ‘an Tahatiti Rikabin-Nas Wal Imam’ Ala al-Manbar Ya’uma al-Jum’at, Imam Ahmed Musnad As-Siamilin.

Hadits-hadis ini menjelaskan bahwa salah satu larangan shalat Jumu’ah adalah menginjak tengkuk orang yang menghadiri Jumu’ah.

Imam An-Nawawi membedakan antara kalimat “At-Takatiti” (langkah kaki) dan “At-Tafriq Bainasaynini” (dibagi antara dua orang). Dalam bukunya Ibn Qadamah al-Mugni, ia berpendapat bahwa frasa “at-Takhtiti” berarti frasa “at-Tefriq”. Sementara itu, Al-Iraq berpendapat bahwa frasa “at-Takatiti” memiliki arti yang berbeda dari “at-Tafriq”.

Hal ini karena At-Tafriq berarti duduk di antara dua orang, bahkan tanpa dipisahkan. Al-Irak juga memblokir kemungkinan Imam dicekik pada hari Jumat jika terjadi keadaan darurat besar dan tidak ada pilihan selain naik mimbar.

Sumber: Sura Suara Muhammadiyah

Sumber artikel : https://www.republika.co.id/berita/r5ojnf366/benarkah-mengedarkan-kotak-amal-saat-khutbah-merusak-nilai-sholat-jumat

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.