Baru Pertama Kali Minum Antibiotik, Pria Ini Malah Halusinasi dan Mengaku Mendengar Suara Tuhan - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Baru Pertama Kali Minum Antibiotik, Pria Ini Malah Halusinasi dan Mengaku Mendengar Suara Tuhan

[

digitren.id – Seorang pria berusia 50 tahun mengalami halusinasi selama dua hari setelah mengonsumsi antibiotik untuk mengobati pneumonia bakteri.

Selama dua hari tersebut, pria yang sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit mental dan baru pertama kali meminum antibiotik, mengalami perubahan suasana hati, membuat mudah dan mulai berbicara tidak jelas.

Berdasarkan Ilmu Langsungmerupakan gejala mania, suatu perilaku kondisi yang ditandai dengan dibarengi tingkat energi yang tidak normal dengan pikiran dan perilaku yang tidak menentu.

ketikakan memeriksa diri ke unit psikiatri di Jenewa, pria tersebut mengaku malam sebelumnya baru saja pertama kali meminum antibiotik. Lalu, ia merasa terkejut dan mengalami halusinasi, seolah-olah mendengar Tuhan berbicara kepadanya.

Baca Juga:
Cara Kerja Antibiotik, dari Meghan Berkembang Biak hingga Mematikan secara Langsung

Dokter mendiagnosisnya dengan antibiomania, efek samping dari pengobatan antibiotik.

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi antibiotik (Foto: shutterstock)

Dalam laman Psikiatri BMCistilah antibiomania pertama kali muncul pada 2002, mengacu pada gejala manik yang disebabkan oleh antibiotik.

Meski banyak laporan khusus, pengetahuan tentang fenomena ini masih kurang.

Psikolog dan psikiater di Catholic University of Leuven (KU Leuven), Belgia, Pascal Sienaert, bisa melakukan lebih dari sekadar menurunkan berat badan.

“Saya telah melihatnya, dalam pengalaman saya sendiri, setidaknya tiga kasus, satu dengan episode berulang,” kata Sienaert.

Baca Juga:
Ketua Satgas IDI Ungkap 5 Obat Covid-19 Tak Guna dan Punya Efek Samping: Dari Antibiotik Hingga Ivermectin

Saya juga menyarankan Anda untuk memiliki resep antibiotik, Clarithromycin, yang dapat digunakan untuk mengobati dermatitis parah. Antibiotik yang tersedia quinolone ciprofloxacin dan ofloxacin.

Pene dari Jenewa akhirnya tidak membutuhkan antipsikotik, dan dokter meresepkannya dengan lorazepam, obat untuk mengatasi kecemasan dan kejang. Namun, tidak ada obat resep yang akan menghentikan aliran emosi, meskipun efeknya dapat dibatasi.

mekanisme interaksi antara antibiotik dan sistem saraf pusat (termasuk otak) masih belum diketahui. Namun, Sienaert memiliki beberapa hipotesis, salah satu kelas antibiotik dapat memengaruhi sistem GABAergik otak.

Antibiotik bekerja sebagai reseptor untuk gamma-aminobutirat (GABA), neurotransmitter yang bertindak sebagai neurotransmitter.

Sumber artikel : https://www.suara.com/health/2022/02/10/112513/baru-pertama-kali-minum-antibiotik-pria-ini-malah-halusinasi-dan-mengaku-mendengar-suara-tuhan

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.