Bagaimana Seorang Abyssinian Menjadi Muadzin Pertama? - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Bagaimana Seorang Abyssinian Menjadi Muadzin Pertama?

[

Muadzin pertama adalah Bilal.

digitren.id, DUBAI – Adzan atau panggilan untuk sholat merupakan simbol Islam yang sangat populer. Lantunan irama yang disampaikan oleh seorang muadzin ini bertujuan untuk mengajak umar beriman beribadah dan menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa.

panggilan sholat memiliki asal-usulnya pada masa Nabi Muhammad SAW. Bilal ibn Rabah berbagi teknologi Abyssinian dan Sahaba Nabi Afrika-Arab. Saya tidak ingin menjadi cabul, dengan hal-hal positif dari dunia Islam.

Bilal adalah sau satu orang pertama dari keturunan Afrika yang memeluk Islam. Kisah hidupnya, yang dianggap sebagai salah satu film Islami yang paling banyak digunakan di dunia, dianggap sebagai film yang sangat populer dengan banyak diminati banyak orang.

Dilaporkan di Waktu Khaleej, Rabu (13/4), Bilal lahir pada 5 Maret 580 M di kota suci Makkah, di Kerajaan Arab Saudi modern. Dia kehidupan sehari-hari sebagai pekerja selama masa kecil dan remajanya, karena ditangkap dan diambil sebagai budak oleh pedagang pagan di Makkah pra-Islam.

Keingintahuan Bilal tentang Islam tumbuh segera setelah itu. Fakta Tuhan tidak mengukur manusia berdasarkan warna kulit, kebangsaan, status sosial atau ras, tetapi dengan ukuran karakter, taqwa (ketakwaan) dan tindakan mereka, sangat mengesankan. Dia berpikir jika ada agama yang ilahi, itu pasti Islam.

Suara Bilal yang melengking dan memesona kemudian dikenal di mana-mana saat biasa berjalan-jalan untuk menyadarkan warga tentang waktu shalat. Setelah hijrahnya Nabi dan para pengikutnya dari kota suci Makkah ke Madinah, salah satu sahabatnya bernama Abd Allah ibn Zaid mendapat penglihatan di mana dia melihat dirinya sendiri mencoba membeli genta kayu untuk memanggil orang-orang untuk sholat.

Tetapi, pria yang memiliki genta menyarankannya untuk memanggil orang-orang sebagai ucapan dan mengucapkan pesan singkat. Ibn Zaid kemudian meminta Nabi Muhammad untuk membunuhnya.

Mendengar hal tersebut, Nabi SAW kemudian menyuruhnya untuk meminta seorang warga Ethiopia bernama Bilal yang memiliki suara yang luar biasa, untuk mendukung umat Islam agar menjalankan ibadahnya.

Sumber:

https://www.khaleejtimes.com/ramadan/ramadan-reflections-how-an-abyssinian-became-the-first-muezzin-of-islam

Sumber artikel : https://www.republika.co.id/berita/ra9dzo430/bagaimana-seorang-abyssinian-menjadi-muadzin-pertama

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.