Ada Denda di Lembaga Keuangan Syariah, Bagaimana Hukumnya? - Digitren Indonesia
Beranda » Travel News » Ada Denda di Lembaga Keuangan Syariah, Bagaimana Hukumnya?

[


Sumber foto dari sharp syariahgreenland.co.id

Ada banyak orang saat ini yang skeptis terhadap keaslian bank syariah. Mengapa ada hukuman bagi lembaga keuangan Islam? Apa hukumnya?

Adanya sanksi pada lembaga keuangan syariah sebenarnya terbatas pada nasabah, tetapi hanya kepada nasabah yang terlambat atau tidak mau membayar.

Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan:

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini. Ada ulama yang mengatakan bahwa membebankan denda kepada debitur dalam bentuk apapun adalah haram. Ada yang berpendapat bahwa sistem dapat dihukum dengan memperhatikan aturan Syariah.

Ini hanya beberapa referensi bank syariah di Indonesia, terutama yang berdasarkan pendapat para ulama, seperti Klub Malikih, Dewan Syariah Nasional Indonesia. Dewan Fatwa Nomor 17 Fatwa Tahun 2006 menyatakan bahwa jika ada nasabah lembaga keuangan syariah yang menunda tugasnya, lembaga keuangan syariah dapat dihukum atau dihukum.

Ketentuan untuk mengizinkan hukuman bagi pelanggan di lembaga keuangan Islam.

1. Ketentuan mengenai kondisi pelanggan.

Kondisi nasabah yang tidak bisa atau tidak akan bermasalah, apalagi bila ada keadaan memaksa, seperti terlilit hutang dimana-mana. Oleh karena itu, klien tidak dapat dihukum. Penalti hanya ditujukan untuk calon pelanggan tetapi tidak mau membayar untuk keterlambatan atau keadaan yang tidak terduga.

2. Kepercayaan yang buruk dari pelanggan

Ini, kemudian, harus diperbaiki. Tujuan utama dari hukuman ini adalah untuk mengajarkan klien mereka untuk disiplin.

3. Kesepakatan yang jelas

Jumlah denda harus ditulis dan ditandatangani sejak awal kontrak. Oleh karena itu, lembaga keuangan tidak boleh tiba-tiba memanggil klien mereka untuk membayar denda

4. Mengelola hukuman di lembaga keuangan Islam

Tujuan dari hukuman adalah untuk menghukum klien. Oleh karena itu, hasilnya tidak boleh diakui sebagai pendapatan perusahaan dan hanya boleh diberikan untuk kegiatan sosial.

Hukuman bagi lembaga keuangan syariah berdasarkan Resolusi DSN No. 17 tahun 2000 hanya diperbolehkan jika AAOIFI (Badan Pemeriksa Keuangan dan Keuangan Syariah) membuat keputusan dalam Murabah No. 8. Secara standar, lembaga keuangan Islam dapat meminta klien mereka untuk berkomitmen, jika bisa, membayar dengan bijak jika mereka tidak mampu membayar tepat waktu.

Artinya sanksi diperbolehkan, tetapi situasinya sama untuk kegiatan sosial. Oleh karena itu, lembaga keuangan Islam harus memperhatikan kondisi di mana denda dikenakan dan juga bagaimana mereka dikumpulkan. Di lembaga keuangan Islam, cara mereka mengumpulkan uang dari pelanggan adalah dengan menggunakan metode tradisional seperti intimidasi, penghinaan terhadap mereka yang tidak dapat membayar kerabat mereka, dan cara non-hukum lainnya.

Oleh karena itu, lembaga keuangan Islam dapat mengenakan denda, tetapi jelas dari aturan di atas, yaitu, kondisi pelanggan, keterlambatan pembayaran, dan waktu yang dihabiskan untuk denda yang diterima oleh lembaga keuangan Islam dari pelanggan mereka.

Ikuti ulasan menarik lainnya dari penulis Klik di sini

Gambar

Mahasiswa Ekonomi Syariah di UIN Syarif Hidayatullah.

Sumber artikel : https://retizen.Digitren/posts/19575/ada-denda-di-lembaga-keuangan-syariah-bagaimana-hukumnya

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.