Beranda » Travel News » 6 Fakta Garuda Indonesia Hanya Punya 6 Pesawat dan Utang Rp139 Triliun

Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dari 125 pesawat yang tersisa saat ini dalam pelayanan, tetapi hanya enam pesawat yang milik sendiri.

Total utang Garuda Indonesia adalah $9,8 miliar atau diketahui bahwa itu sama dengan Rp139 triliun.

Menurut Okezone, Jakarta, Sabtu (13/11/2021), Garduda Indonesia punya fakta mencengangkan soal utang utang senilai US$ 139 triliun itu.

Garuda Indonesia (Foto: Garuda Indonesia)

Garuda Indonesia (Foto: Garuda Indonesia)

1. Detail Pesawat Garuda

Rinciannya, 125 armada tersebut terdiri dari 6 pesawat milik Garuda Indonesia dan 119 pesawat sewa.

Sebagai perbandingan, pada Juni 2021, jumlah pesawat Garuda Indonesia yang terdaftar sebanyak 142 pesawat, dengan 136 pesawat sewa dan 6 pesawat milik Garuda. Akibatnya, jumlah pesawat yang disewa turun menjadi 11 armada.

2. Alasan penurunan jumlah pesawat

VP Corporate Secretary and Investor Relations Garuda Indonesia Mitra Piranti mengatakan, pengembalian beberapa pesawat kepada pemilik telah mengurangi jumlah pesawat.

“Penurunan jumlah pesawat yang disewa karena ada beberapa pesawat yang kembali ke penyewa atau diterminasi lebih awal,” kata Mitra.

3. Tiga opsi restrukturisasi utang

Ada tiga opsi restrukturisasi utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar USD9,8 miliar atau Rp139 triliun.

Tiga opsi restrukturisasi utang adalah in of court dan out of court. Dalam praktiknya, selain reformasi pengadilan, pemerintah Garuda Indonesia mendorong berbagai manajemen Garuda Indonesia untuk menawarkan diskon yang berbeda.

Jumlah jumlah lessor emiten yang mencapai 32 perusahaan. Poin penyemangat lainnya adalah tidak ada waktu untuk melunasi utang kepada Garuda kecuali ada perintah pengadilan.

4. Strategi pengurangan utang

Kementerian BUMN telah mengembangkan langkah-langkah strategis untuk mengurangi utang Garuda Indonesia.

“Agar total utang Garuda turun dari US$9,7 miliar menjadi US$3,69 miliar, harus ada formula dasar dan saat ini sedang dalam proses dikomunikasikan,” kata Wakil Menteri Boomen Kartika Verjoatmojo.

Baca juga: Garuda Indonesia Hadirkan Sensasi Naik Pesawat ala Presiden Jokowi

5. Kurangi jumlah karyawan

Lebih lanjut ia menambahkan, pemecatan tersebut didasarkan pada program pra pensiun dan program lainnya.

Pengurangan staf serupa dengan pemutusan sejumlah penerbangan domestik dan internasional bagi pemegang saham GIAA. Penerbangan domestik akan dikurangi dari 237 jalur menjadi 140 jalur. Artinya ada 97 ruas jalan yang ditutup.

6. Pengurangan pesawat

Ia mengatakan, jumlah pemasok kode saham GIAA saat ini sedang dikurangi. Sejauh ini, baru 60 pesawat Garuda yang beroperasi. Faktanya, armada saat ini memiliki 125 pesawat sewaan, termasuk 125 pesawat sewaan dan 6 kendaraan udara self-propelled.

Jenis pesawat yang dioperasikan oleh pemasok berdasarkan Kode Stok GIAA meliputi:

6 Pesawat A330-300 Perusahaan. Kemudian termasuk 119 pesawat sewaan termasuk 57 pesawat B737-800, 18 pesawat CRJ1000, 13 pesawat ATR72-600, 10 pesawat B777-300, 11 pesawat A330-300, 7 pesawat A330-200, dan 330-300 pesawat.

3. Tiga opsi restrukturisasi utang

Ada tiga opsi restrukturisasi utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun.

Tiga opsi restrukturisasi pinjaman adalah out of court dan out of court. Dalam praktiknya, selain reformasi pengadilan, pemerintah Garda Indonesia mendorong berbagai tuan tanah untuk menawarkan tawaran yang berbeda.

Jumlah tuan tanah mencapai 32 perusahaan. Hal lain yang menyemangati adalah tidak ada waktu untuk membayar utang Garuda kecuali ada perintah pengadilan.

 

4. Strategi pengurangan utang

Kementerian BUMN telah mengembangkan langkah-langkah strategis untuk mengurangi utang Garda Indonesia

“Untuk mengurangi total utang Garuda dari US$ 9,7 miliar menjadi US$ 3,69 miliar, harus ada formula dasar dan saat ini sedang dalam proses dikomunikasikan,” kata Wakil Menteri Boomen Kartika Werjoatmojo.

5. Kurangi jumlah karyawan

Lebih lanjut ia menambahkan, pemecatan tersebut didasarkan pada program pra pensiun dan program lainnya.

Pengurangan jumlah pegawai sama dengan pemutusan sejumlah penerbangan domestik dan internasional bagi pemegang saham GIA. Penerbangan domestik akan dikurangi dari 237 menjadi 140 jalur. Artinya ada 97 ruas jalan yang ditutup.

 

6. Pengurangan pesawat

Dia mencatat, jumlah pesawat dengan kode stok GIA saat ini sedang dikurangi. Sejauh ini, baru 60 pesawat Gard yang beroperasi. Padahal, armada saat ini memiliki 125 pesawat dengan 119 pesawat carteran dan 6 jet pribadi.

Jenis pesawat yang dioperasikan oleh pemasok di bawah kode saham GIAA adalah sebagai berikut:

Dari pesawat perusahaan A330-300 6. Kemudian 119 pesawat carter 57 pesawat B737-800, 18 pesawat CRJ1000, 13 pesawat ATR72-600, 10 pesawat B777-300, 11 pesawat A330-300, 7 pesawat A330-200, dan 330- 300 pesawat. Termasuk. .

Sumber : economy.okezone.com

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.